Home » , » Ikhwah 'Mantan Preman' itu tlah tiada....

Ikhwah 'Mantan Preman' itu tlah tiada....

Written By DPC Pkskedungkandang on Wednesday, June 6, 2012 | 9:46 PM





Oleh @dedhi_suharto
Penulis buku Qur'anic Quotient & Negarawan Qur'ani



  1. Bismillahirrahmanirrahim, pagi ini berlinang air mata saat ta'ziah sahabatku #DR, seorang #Hud_hud Ciomas Bogor.

  2. Terkenang kembali saat bertemu pertama kali dulu di mana #DR masih kecanduan narkoba.

  3. Entah apa yg menggerakkannya, #DR menawariku menyopiri mobil saat itu. Kami sering pergi bersama2.

  4. Sudah menjadi kebiasaanku, perjalanan saya penuh dg diskusi2 agama. Hingga #DR berkata,"Mas, saya mau ngaji."

  5. Dg ilmuku yg sedikit, kubimbing #DR dalam #liqa, hg suatu saat ia berkata,"Mas, saya telah berhenti dari narkoba."

  6. Kemudian kami pun menjadi sahabat. Kemana2 kami sering bersama. #DR ini badannya besar kayak preman, krnnya aku merasa punya bodyguard.

  7. Bahagia rasanya, tatkala #DR berkata,"Hati saya senang skrg setelah ikut pengajian ini." Dan kunikmati keceriaan di wajahnya.

  8. Salah satu keinginan besarnya adalah agar isterinya memakai jilbab. Sayang masa lalunya membuat hal itu tak mudah terpenuhi.

  9. Lewat #DR lah, saya mengenal dunia hitam yg dialaminya. Pengalaman yang memperkaya wawasanku.

  10. Bahagia rasanya #DR menjadi #Hud_hud yg memiliki #kecepatan dalam bertindak. Banyak kisah dakwah yg kualami bersamanya.

  11. Saat Masjid Al Barokah yg kupimpin belum punya papan nama, #DR menawarkan u membuatnya. Dan hg skrg karya #DR masih berdiri tegak.

  12. Hal yg sangat kusukai dari #DR adalah kepeduliannya kpd orang lain, terutama orang miskin. Dia-lah "preman" berhati mulia.

  13. Hal lainnya adalah kemauan #DR untuk belajar. Saya dukung ia hingga menyelesaikan S-1nya saat usianya lebih dari 30 tahun. Luar biasa!

  14. Sekitar 2 minggu yg lalu kujenguk #DR di rmh sakit dlm keadaan tak brdaya. Dia tanya,"Gimana caranya shalat dlm kondisi spt ini?"

  15. Saya ajari #DR ttg tayammum dan saya ingatkan untuk shalat. Bahagia rasanya melihat ia tampak ceria.

  16. #DR yg saat pertama kali kujenguk menangis saat kupeluk, saat kupamit masih berkata,"Jangan tinggalin saya, Mas."

  17. Saya berusaha menguatkan dirinya. Ingin rasanya bisa menemani #DR, tapi al wajibaat aktsaru minal waqti.

  18. Dan semalam sekitar jam 1 #DR telah menemui Tuhannya. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Maka ijinkanlah saya berdoa untuknya.

  19. Ya Allah, terimalah tobat #DR. Hapuskanlah kesalahan dan ampunilah dosa-dosanya. Terimalah amal shalihnya.

  20. Aku bersaksi bahwa #DR yg pernah tenggelam dalam kemaksiatan telah berusaha menjadi hambaMu yang baik, dg sgl keterbatasannya.

  21. Berkahilah keluarga #DR. Jadikanlah anak2nya menjadi anak2 yg shalih dan shalihah. Amin.




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN | PKS Tegal | PKS Magelang | PKS Jaktim | PKS Pontianak | PKS Sumut | MBO indonesia | Caksub
Copyright © 2013. PKS Kedungkandang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger