Home » , » INQILAB Politik | Kolom Musyafa Ahmad Rahim

INQILAB Politik | Kolom Musyafa Ahmad Rahim

Written By DPC Pkskedungkandang on Friday, October 26, 2012 | 4:17 PM





Musyafa Ahmad Rahim
Kaderisasi DPP PKS

 
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ada yang bilang: "dah lama ga denger kata "inqilab", itu tu, kata yang sangat populer di kita di tahun 80-an, 90-an (insyaAllah tetap populer sampai sekarang dan selanjutnya).

Berikut adalah satu dari sekian banyak cerita INQILAB dari generasi sahabat Nabi SAW.

« Dari Abu Hurairah RA ia berkata:

"Rasulullah SAW mengutus satu pasukan berkuda ke arah Nejd, dalam perjalanan pulang, pasukan itu membawa (tawanan) seorang lelaki dari Bani Hanifah, namanya: Tsumamah bin Utsal; pemimpin Yamamah. Lalu pasukan itu mengikat Tsumamah pada salah satu tiang masjid Nabawi.

Rasulullah SAW keluar rumah beliau untuk menemuinya.

Beliau bersabda: 'Apa yang engkau miliki wahai Tsumamah?'

Maka Tsumamah berkata: 'Yang aku miliki wahai Muhammad, lebih baik: jika engkau membunuh, engkau membunuh seseorang yang mempunyai darah (mampu membalas dengan perang yang berdarah-darah), dan jika engkau memberi nikmat (tidak membunuh), engkau memberi nikmat kepada orang yang pandai bersyukur, jika engkau menginginkan harta, mintalah, niscaya diberi'.

Lalu Rasulullah SAW meninggalkannya sampai esok hari.

Besuknya Rasulullah SAW bersabda: 'Apa yang engkau miliki wahai Tsumamah?'

Maka Tsumamah berkata: 'Yang aku miliki wahai Muhammad, lebih baik: jika engkau membunuh, engkau membunuh seseorang yang mempunyai darah (mampu membalas dengan perang yang berdarah-darah), dan jika engkau memberi nikmat (tidak membunuh), engkau memberi nikmat kepada orang yang pandai bersyukur, jika engkau menginginkan harta, mintalah, niscaya diberi'.

Lalu Rasulullah SAW meninggalkannya sampai esok hari.

Besuknya Rasulullah SAW bersabda: 'Apa yang engkau miliki wahai Tsumamah?'

Maka Tsumamah berkata: 'Yang aku miliki wahai Muhammad, lebih baik: jika engkau membunuh, engkau membunuh seseorang yang mempunyai darah (mampu membalas dengan perang yang berdarah-darah), dan jika engkau memberi nikmat (tidak membunuh), engkau memberi nikmat kepada orang yang pandai bersyukur, jika engkau menginginkan harta, mintalah, niscaya diberi'.

Lalu Rasulullah SAW bersabda: 'Lepaskan Tsumamah'.

Maka Tsumamah pergi ke tempat air dekat pohon kurma di dekat masjid Nabawi, lalu ia mandi di situ, kemudian memasuki masjid, lalu berkata: 'Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad SAW adalah hamba dan Rasulullah.

Lalu ia berkata lagi : [inilah bentuk INQILAB-nya]

'Wahai Muhammad, demi Allah, tadinya, tidak ada wajah di muka bumi ini yang paling aku benci kecuali wajahmu. Sekarang dan seterusnya wajah yang paling aku cintai adalah wajah engkau'.

'Demi Allah, tadinya tidak ada satu agama yang paling aku benci kecuali agamamu. Sekarang dan seterusnya agamamu adalah agama yang paling aku cintai.'

'Tadinya, tidak ada satu negeri yang paling aku benci kecuali negerimu. Sekarang dan seterusnya negerimu adalah negeri yang paling aku cintai.'

'Dan bahwasanya pasukan berkudamu menangkapku saat aku bermaksud melakukan umrah, bagaimana pendapatmu?'

Maka Rasulullah SAW memberi berita gembira kepadanya dan memerintahkannya untuk ber-umrah.

Sesampainya Tsumamah di Makkah, ada yang berkata kepadanya: 'kamu keluar dari agama nenek moyang ya Tsumamah?'.

Ia menjawab: 'Tidak, akan tetapi aku masuk Islam bersama Rasulullah SAW. Demi Allah, kalian (penduduk Makkah) tidak akan mendapatkan pasokan gandum satu biji pun dari Yamamah sebelum ada ijin dari Rasulullah SAW»
 
HR Bukhari [4372] dan Muslim [1764]


Jadi bukan hanya INQILAB dalam rasa benci ke cinta, tapi sekaligus mengancam daya tahan Makkah secara logistik, sebab gandum Makkah sumbernya Yamamah, negeri Tsumamah.

Jadi, INQILAB-nya berkaitan langsung dengan politik pada waktu itu, yaitu memperlemah pertahanan Makkah, khususnya dalam hal logistik.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh


___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN | PKS Tegal | PKS Magelang | PKS Jaktim | PKS Pontianak | PKS Sumut | MBO indonesia | Caksub
Copyright © 2013. PKS Kedungkandang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger