Home » » Hasil nelayan makin berlimpah, Blokade dibuka, Rekonsiliasi terwujud | inilah Gaza Victory..

Hasil nelayan makin berlimpah, Blokade dibuka, Rekonsiliasi terwujud | inilah Gaza Victory..

Written By DPC Pkskedungkandang on Tuesday, November 27, 2012 | 6:17 PM

Rakyat Palestina merayakan kemenangan setelah Israel minta damai

Dampak serangan Israel ke Gaza selama 8 hari ternyata 'diluar dugaan'. Memang banyak terjadi jatuh korban (insya Allah mereka syahid) dan kerusakan infrastruktur, tapi dibalik itu semua banyak 'keuntungan' yang didapat rakyat Palestina. Diantaranya...

PERTAMA:
Perlintasan Rafah yang menghubungkan Gaza-Mesir sudah dibuka total (24 jam sehari) yang dulunya tidak seperti itu. Hal ini bagian dari hasil kesepakatan 'gencatan senjata' Gaza-Israel atas sponsor Mesir.

Sebagaimana diberitakan Republika,
Otoritas Mesir berjanji akan meningkatkan dukungan bagi perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina. Salah satu bentuk dukungan diwujudkan dengan membuka jalur perbatasan Mesir-Gaza selama 24 jam pascagencatan senjata Israel dan Palestina.

"Kami akan membuka jalur perbatasan agar dapat dimasuki bantuan kemanusiaan ke Palestina," kata Kepala Komisi Urusan Arab dan Keamanan Nasional Majelis Syuro Mesir, Reda Fahmi, saat menerima kunjungan kerja Komisi I DPR yang dipimpin Mahfudz Siddiq, di gedung Majelis Syuro Mesir, Selasa (27/11) waktu Kairo.

Reda Fahmi berharap masyarakat dunia tidak meragukan komitmen Mesir mendukung Palestina. Mesir memiliki pertimbangan sendiri dalam menetapkan kebijakan di wilayah perbatasan.

KEDUA:
Israel Perlonggar Blokade, Nelayan Gaza Bisa Jauh Melaut dg hasil ikan yg melimpah

Dampak positif kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dengan Israel mulai dirasakan oleh warga Gaza, khususnya para nelayan. Mereka saat ini dapat melaut dalam jarak yang lebih jauh.

Sebelumnya oleh pihak Israel mereka hanya diizinkan melaut di daerah pantai yang jumlah ikannya sangat sedikit.

“Rasanya seperti mimpi saya bisa melaut sejauh ini. Disini jumlah ikannya sangat banyak. Saya tidak pernah mendapatkan ikan sebanyak ini sejak tiga tahun yang lalu," ujar salah satu nelayan di Gaza Mushtaq Zedan, seperti dikutip Christian Science Monitor, Selasa (27/11/2012). [okezone]

Israel akhirnya mengurangi pembatasan area menangkap ikan bagi nelayan Gaza di laut Mediterania. Awalnya blokade dilakukan dengan jarak 3 mil, namun saat ini nelayan Gaza bisa mencari ikan sejauh 6 mil.

"Kapal angkatan laut tentara Israel yang digunakan untuk memantau perahu Palestina membiarkan perahu Palestina berlayar di luar jarak tiga mil tanpa melakukan tindakan apapun untuk mencegah mereka," ujar anggota dari kelompok lokal nelayan Murad Al-ISSI seperti dilansir Reuters, Sabtu (24/11/2012).

Perluasan area menangkap ikan ini merupakan hasil dari gencatan senjata yang dicapai tiga hari yang lalu. Selama ini pembatasan tersebut sangat merugikan bagi nelayan Gaza karena mengurangi hasil tangkapan ikan.

"Ini adalah langkah yang baik," tambah ISSI. [detik.com]

Dalam akun twiiternya @herricahyadi menceritakan hal serupa:
  • Fyi, skrg di pasar tradisional #Gaza dpt ditemukan jenis ikan konsumsi baru yg tdk biasanya dlm 8 thn terakhir akbt blokade laut Israel..
  • Ikan-ikan segar dan lbh variatif di pasar tradisional #Gaza kemarin. Hasil laut Gaza mulai bergeliat kembali..
  • Kberadaan ikan konsumsi tsb mrpkn hasil dr prjanjian gencatan senjata, dmn Israel mmbolehkan pelaut #Gaza masuk hgg 6 mil dr 3 mil sblmnya..
  • Fyi juga, bhw hasil laut mrpkn sektor kunci perekonomian #Gaza di smpg buah-buahan, tp stlh diblokade Israel semua industri tsb hmpr mati..
  • Kebutuhan ikan #Gaza selama diblokade adlh hsl impor (sgt dibatasi) atau dr terowongan rahasia Gaza-Mesir. Pelaut lokal tdk dpt memenuhi..
  • Sbnrya di perjanjian Oslo, Israel setuju zona melaut pelaut #Gaza smp 20 mil, tp smjk blokade jd 3 mil, kl ada yg lewat akan ditembak..
  • Sdh srg pelaut #Gaza yg ditembak di zona itu, bhkn di dlm zona 3 mil itu seringkali Israel iseng menembaki para pelaut tnp alasan jelas..

KETIGA:
REKONSILIASI diantara kubu para pejuang Palestina kian kuat

Dua faksi Palestina, Fatah dan Hamas mengatakan pada hari Senin (19/11/12) bahwa mereka telah memutuskan untuk mengakhiri pertikaian diantara mereka untuk menunjukkan solidaritas atas krisis Gaza di Tepi Barat.

"Dari sini, kami mengumumkan dengan para pemimpin (faksi), bahwa kita mengakhiri perselisihan," kata pejabat senior Fatah, Jibril Rajoub di tengah kerumunan sekitar 1.000 orang yang berkumpul untuk demonstrasi di Ramallah, ibu kota politik Tepi Barat.

Di antara mereka yang hadir pada rapat umum tersebut adalah anggota tertinggi kepemimpinan Hamas di Tepi Barat serta para pejabat senior dari faksi Jihad Islami, kata koresponden AFP.

"Siapapun yang berbicara tentang perselisihan setelah hari ini adalah suatu perbuatan kejahatan," kata pemimpin Hamas, Mahmoud al-Ramahi di tengah kerumunan. [sabili]

Syeikh Audah Optimis Rekonsiliasi Palestina
Sekjen Ikatan Ulama Kaum Muslimin, Dr. Salman bin Fahd Audah menyerukan kepada persatuan Palestina dan urgensi menyelesaikan rekonsiliasi. Mayoritas faksi-faksi di Gaza memprediksi bahwa rekonsilasi merupakan salah satu sebab-sebab kemenangan, dan kondisi saat ini (pasca serangan Israel ke Gaza dan terciptanya gencatan senjata) telah menyatukan kelompok-kelompok Palestina dan sangat membantu mereka dalam menyatukan tujuan dan menetapkan musuh yang sebenarnya.

Dalam rilis yang diterima Pusat Informasi Palestina, Audah menyebutkan, ia telah berkomunikasi dengan sekjen Jihad Islami, Ramadhan Shalh dan telah menyepakati konsep ini. Meski ada beberapa perbedaan visi namun secara umum sepakat untuk bekerjasama menyukseskan rekonsiliasi, hal ini tampak jelas dalam kesepakatan gencatan senjata, yang dianggap sebagai kekalahan besar bagi Israel, sehingga membuat Ehud Barak mundur dari dunia politik setelah kalah di Gaza.

Audah melihat banyak perkembangan positif di antara faksi Palestina di Gaza dan Ramallah, situasi rekonsiliasi yang disponsori Mesir saat ini sangat serius, berbeda dengan rezim sebelumnya.

Menurutnya, para pimpinan Palestina telah bertemu dengan Presiden Mesir dan PM yang mendukung persoalan ini.

Audah memaparkan harapan besar suksenya rekonsiliasi Palestina dalam beberapa hari kedepan, terutama seperti yang diungkapkan Ketua Biro Politik Hamas, Khalid Misy’al bahwa situasi saat ini lebih dekat kepada rekonsiliasi hakiki dibandingkan dengan sebelumnya.

Perayaan yang digelar rakyat Palestina di Gaza usai perang berhenti adalah ungkapan perasaan kemenangan, dan perang berhenti sesuai dengan syarat yang mereka tetapkan. Sangat berbeda dengan kondisi di Israel, sekitar 3 juta warganya baru keluar dari persembunyian karena takut akan rudal-rudal perlawanan, artinya perayaan Israel mirip dengan perayaan kekalahan, sambung Audah. [infopalestina]


___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN | PKS Tegal | PKS Magelang | PKS Jaktim | PKS Pontianak | PKS Sumut | MBO indonesia | Caksub
Copyright © 2013. PKS Kedungkandang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger