Home » » Perjuangan Muslim Patani Terinspirasi Jenderal A.H. Nasution

Perjuangan Muslim Patani Terinspirasi Jenderal A.H. Nasution

Written By DPC Pkskedungkandang on Saturday, November 3, 2012 | 2:49 AM


Oleh: Luqman Zaini*

Lagi ikut sharing2 sama mahasiswa Patani, Thailand. Yang lagi bicara namanya Hasan, tapi KTP Thailandnya pake nama Thailand.

Sampai sekarang, sudah 10 tahun konflik bangsa pattani melayu di negaranya itu. Secara statistik, perbandingan laki-laki : perempuan adalah 1 : 8 (We O We). Kejadian2 yang terjadi di Palestina, banyak pula terjadi di Patani. Kelengkapan senjata yang dipakai oleh Zionis Israel, dipakai pula oleh kerajaan Thailand.

Orang Patani sangat bahagia jika di kampung2 mereka disebut nama Indonesia. Karena Indonesia lah kebanggaan mereka, dimana mayoritas muslim dunia hidup damai di Indonesia.

Salahsatu kendala mereka yang jadi alat politik adalah kendala bahasa, dimana muslim pattani yang mampu menulis baca huruf2 alfabet sangat sedikit, sehingga akses informasi terkini yang terjadi di Patani, susah sekali untuk diakses oleh dunia.

Harapan terbesar Patani adalah muncul & terawatnya rasa keserumpunan kita agar selalu ada. Sungguh mereka sangat gembira saat ada orang Indonesia yang berkunjung ke Patani, sekedar untuk berlibur. Bahasa Jakarta biasa digunakan sebagai kode rahasia para mujahidin. Lagu2 pop Indonesia banyak terkenal di sana. Anak-anak disana bisa menyanyikan lagu "Ingat Mati"-nya Wali band. Tidakkah kita ingin membalas kecintaan mereka kepada kita?

Syamsul (kiri), seorang pemuda muslim Malaysia, tetangga dekat Pattani bersama pemuda muslim lainnya, memperjuangkan keadilan muslim pattani dengan organisasi Pertubuhan Kebajikan Aman Patani Malaysia (AMANI MALAYSIA). Kendala perjuangan AMANI adalah, meskipun sudah dibuatkan banyak seminar, sebar leaflet di Malaysia pun responnya lemah, kebanyakan bilang "kami tak tau kejadian yang berlaku kepada muslim Patani". Mereka menggalang dukungan & concern muslim Indonesia untuk meraih keamanan dan keadilan.

Moderator, ust Herry Nurdi, menambahkan, tahun 1945 ada seorang tokoh Patani yang mendatangi Presiden Soekarno, meminta agar Patani dijadikan semacam provinsi khusus dari Indonesia. Tapi terpaksa harus ditolak karena yang dinamakan Indonesia adalah bekas jajahan Belanda. Sedangkan Patani tidak...

Di Patani, ada sebuah buku yang populer, terutama oleh para mujahidin, judulnya "Perang Gerilya" karya orang Indonesia, jenderal Abdul Haris Nasution.


*http://www.facebook.com/photo.php?fbid=470272226351519&set=a.218923091486435.65284.100001062387607&type=1&theater




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN | PKS Tegal | PKS Magelang | PKS Jaktim | PKS Pontianak | PKS Sumut | MBO indonesia | Caksub
Copyright © 2013. PKS Kedungkandang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger