Home » » Itulah Rasulullah.... | Kultwit @dedhi_suharto

Itulah Rasulullah.... | Kultwit @dedhi_suharto

Written By DPC Pkskedungkandang on Wednesday, January 23, 2013 | 5:08 PM




Dedhi Suharto
@dedhi_suharto
Penulis buku Qur'anic Quotient & Negarawan Qur'ani


  1. Bismillahirrahmanirrahim, sebagai muslim kita diajarkan utk memulyakan semua nabi tanpa membeda2kannya, sebagaimana QS 2:285.

  2. Itu mengandung pengertian bahwa pr rasul itu berjama'ah, sebagian merupakan bagian yang lainnya. Mereka adalah "Allah idol".

  3. Nah tentu saja sebagai pribadi yang unik mereka memiliki kelebihan masing-masing, yg diantaranya dikonfirmasi oleh Al Qur'an.

  4. Lima nabi di antaranya dikonfirmasi sebagai ulul azmi, yaitu nabi Nuh AS, Ibrahim AS, Musa AS, Isa AS, dan Muhammad SAW.

  5. Dan dari kelima nabi ulul azmi, 2 di antaranya dikonfirmasi oleh QS 33:21 dan QS 60:6 sebagai uswatun hasanah (teladan baik).

  6. Hanya Rasulullah Nabi Muhammad SAW brsama Nabi Ibrahim AS yg Al Qur'an mngkonfirmasi keteladanan keduanya & kita di minta meneladaninya.

  7. Ini menunjukkan bahwa keteladanan kedua nabi tsb (Rasulullah SAW & Ibrahim AS) telah memiliki kualitas keteladanan yang super.

  8. Dan karenanya, kita diminta becermin minimal 5 kali sehari dgn bershalawat kepada Rasulullah & Nabi Ibrahim AS beserta keluarga mereka.

  9. Saat2 menunaikan shalat lima waktu kita disyari'atkan becermin dg kteladanan keduanya. Bershalawat kpd kedua uswatun hasanah.

  10. Nah kali ini kita fokus kepada salah satu dari Teladan yg Baik (uswatun hasanah), yaitu Rasulullah Nabi Muhammad SAW.

  11. Secara umum gmbaran kepribadian Rasulullah SAW sbgm Ibrahim AS persis seperti yg digambarkan QS Ibrahim 24-25, yaitu spt Pohon yg Baik.

  12. Akarnya mnghujam ke dlm bumi, dahannya mnjulang ke langit, & beri buah di sgla musim. Rasulullah pribadi kokoh, pengayom, & pemberdaya.

  13. Begitu hebat kepribadian Rasulullah Nabi Muhammad SAW, Aisyah ra ktka ditanya ttg akhlaqnya merujuk kpd sumbernya: akhlaqnya Al Qur'an...

  14. Dg kepribadian Rabbani yg mewujud dlm bntuk Pohon yg Baik, Rasulullah SAW tlh mnunjukkn kelasnya dlm mnyinari dunia dg akhlaq agungnya.

  15. Tdk ada satu pun lawannya yg membenci kepribadian Rasulullah SAW. Mereka hanya benci dgn risalah Islam yg mengancam kepentingan mereka.

  16. Bahkan mereka tetap menitipkan barang2 kepada sang Al Amin Rasulullah, meskipun Nabi Muhammad SAW akan hijrah ke Madinah.

  17. Krna itu, begitu manusia bisa lepas dari kepentingan pribadinya, mereka tersedot u memeluk Islam dengan kesadaran krn akhlaq Rasulullah.

  18. Saya jadi teringat saat saya menyaksikan bule masuk Islam di Maryland, Amrik thn 2010. Apa alasannya masuk Islam?

  19. Alasan masuk Islam: bule itu melihat komunitas muslim Indonesia memiliki akhlaq yg menarik. Ini krn mereka meneladani Rasulullah SAW.

  20. Akhlaq Rasulullah SAW ini menjadi pemikat umat selain risalah Islam sendiri sgt berpihak kepada kemanusiaan dan ajarannya yg modern.

  21. Sebagai pemimpin Rabbani, Rasulullah SAW tampil dengan persamaan dan kebersamaan. Karenanya beliau sebut pengikutnya sebagai: SHAHABAT.

  22. Berbeda dgn sebutan murid, SHAHABAT mengandung pengertian MURID+GURU sekaligus. Karenanya mereka tak sungkan "menasihati" Rasulullah.

  23. Sejarah mencatat Umar ra pernah "menasihati" Rasulullah dlm urusan tawanan. Dan Al Qur'an mengkonfirmasi "nasihat" Umar ra itu benar.

  24. Bahkan wanita2 yang disangka lemah, ternyata dalam Islam bisa "menasihati" Rasulullah SAW. Seperti Ummu Salamah ra, istri beliau.

  25. Ketika para shahabat "memboikot" perintah tahallul, Ummu Salamah ra "menasihati" Rasulullah u tidak hanya perintah tetapi beri teladan.

  26. Rasulullah SAW menerima nasihat, beliau keluar kemah, menyembelih qurban dan bertahallul. Shahabats melongo, dan langsung meneladani.

  27. Begitulah pemimpin Rabbani. Rasulullah mau belajar dari para shahabatnya, bahkan yg wanita, selain beliau selalu mengajarkan kebaikan.

  28. Mengenang itu semua, tweeps, tak kuasa air mata ini menetes. Rasulullah, terima kami sebagai "shahabat2"mu ya, Nabi!

  29. Kemuliaanmu tak akan pernah tertandingi, wahai Rasulullah SAW! Karenanya umat memuliakan kelahiranmu meski kau tak pernah menyuruhnya.

  30. Air mata menetes deras. Tak kuasa saya melanjutkan twit ini...

  31. Itulah Rasulullah SAW yang menerapkan akhlaq agung dengan berlemah lembut terhadap para shahabatnya: memohonkan ampun dan bermusyawarah.

  32. Saat perang khandaq, beliau "menerima" pendapat Salman ra untuk mnggali parit. Saat prg Uhud beliau juga menerima hasil syura.

  33. Lalu bagaimana terhadap lawannya atau yg belum jadi shahabatnya? Rasulullah SAW melaksanakan akhlaq QS 41 ayat 34. Lemah lembut juga.

  34. Pernah ada yg kencing (maaf) di Masjid, bukannya dimarahi tetapi Rasulullah SAW hanya perintahkan guyur air lantai yg terkena najis.

  35. Pernah Suraqah yg hendak membunuh Rasulullah SAW terjatuh. Suraqah tidak dibunuh, melainkan beliau bebaskan asal mau kembali ke Mekah.

  36. Bahkan seorang yahudi yg selalu mengganggu, tatkala yahudi itu sakit Rasulullah SAW tetap menjenguknya. Hg anak yahudi itu masuk Islam.

  37. Bila terhadap musuhnya beliau lembut, demikian juga terhadap shahabatnya, tentu Rasulullah SAW lebih baik lagi kepada keluarganya.

  38. Oleh karena itu, sbg umat Rasulullah SAW kt prlu meneladani berlaku baik kpd sesama muslim, juga kpd non muslim, trlebih kpd keluarga.

  39. Dengan demikian kita telah menjadi seorang muslim yg baik seperti Pohon yang Baik sebagaimana Rasulullah SAW.

  40. Agar kita semakin terinspirasi dengan sosok Rasulullah SAW yang agung, mari kita ikuti detik-detik terakhir hidupnya.

  41. Tibalah detik-detik terakhir hidup beliau. Aisyah ra menarik tubuh Rasulullah SAW ke pangkuannya.

  42. Aisyah ra: "Abdurrahman bin Abu Bakar masuk ke dalam sambil memegangi siwak. Saat itu aku merengkuh tubuh Rasulullah SAW..."

  43. Aisyah ra: "Kulihat Rasulullah SAW melirik ke siwak di tangan Abdurrahman. Aku tahu beliau amat suka siwak..."

  44. Aisyah ra: "maka aku bertanya kepada Rasulullah SAW, 'Apakah aku boleh mengambil siwak itu untukmu?' Beliau mengiyakan..."

  45. Beberapa hari sebelum di pangkuan Aisyah ra, Rasulullah sempat memanggil putrinya Fathimah ra di waktu dhuha.

  46. Fathimah ra: "Rasulullah SAW mmbisikiku bhw beliau akn meninggal dunia, aku menangis. Lalu beliau bisiki bhw aku yg pertama menyusul.."

  47. Fathimah ra:"..maka akupun tersenyum. Aku berkata kepada beliau, 'alangkah menderita engkau wahai ayah!'"

  48. Fathimah ra: "Rasulullah SAW menjawab, 'Tiada penderitaan atas ayahmu setelah hari ini'"

  49. Rasa sakit Rasulullah SAW semakin bertambah berat.

  50. Dalam keadaan sakit, Rasulullah SAW masih memikirkan umatnya: "Umatku.. umatku.. umatku.."

  51. Beliau juga memberikan nasihat kepada para shahabat: "Shalat.. Shalat.. dan (perhatikan) budak-budak yg kalian miliki."

  52. Kembali kita pd episode Rasulullah SAW di pangkuan Aisyah ra. Seusai bersiwak beliau mngangkat tngan atau jari2, mngarahkan pandangan..

  53. .. ke arah langit2 rumah dan kedua bibir beliau bergerak2. Aisyah ra masih mendengar sabda Rasulullah SAW saat itu...

  54. Rasulullah SAW: "Bersama orang2 yg Kau beri nikmat atas mereka dari (golongan) nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin."

  55. Rasulullah: "Ya Allah, ampunilah dosaku & rahmatilah aku. Pertemukan aku dg Kekasih Yg Maha Tinggi, ya Allah, Kekasih Yg Maha Tinggi."

  56. Kalimat yg terakhir itu diulang hingga 3 kali yg disusul dgn tangan Rasulullah SAW yg melemah. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un...

  57. Rasulullah SAW meninggal pada waktu dhuha hari Senin 12 Rabi'ul Awwal tahun 11 Hijriah dgn usia 63 tahun lebih 4 hari.

  58. Kabar kesedihan langsung menyebar. Seluruh pelosok Madinah berubah menjadi muram ketika mendengar Rasulullah SAW meninggal.

  59. Umar ra yang biasanya tegar tak kuasa mengangkat kedua kakinya hingga terduduk ke tanah saat meyakini Rasulullah SAW meninggal.

  60. Seorang shahabat menyingkirkan tempat tidur di mana Rasulullah SAW meninggal dunia, lalu menggali lahat persis di bwh tempat tidur itu.

  61. Orang2 masuk ke dalam bilik secara bergiliran, 10 org 10 org u menshalati jenazah Rasulullah SAW. Pertama, keluarga~>muhajirin~>anshar.

  62. Setelah kaum laki-laki, lalu kaum wanita, kemudian disusul anak-anak menshalati Rasulullah SAW.

  63. Semua itu dilaksanakan sehari penuh pada hari Selasa. Lalu Rasulullah SAW dikuburkan pada malam rabunya.

  64. Ya, Rasulullah SAW, tiada seorang pemimpin sebaik engkau. Tiada seorang manusia seagung engkau. Kami kehilanganmu ya, manusia pilihan...

  65. Menetes air mata kami mengingatmu. Sudilah kau jadikan kami sebagai "para shahabatmu", wahai Nabi SAW, wahai Rasulullah....


________________________________________________________

Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN | PKS Tegal | PKS Magelang | PKS Jaktim | PKS Pontianak | PKS Sumut | MBO indonesia | Caksub
Copyright © 2013. PKS Kedungkandang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger