Home » , » Qabasaat Qur'aniah: Antara Surat Al-Falaq dan An-Nas

Qabasaat Qur'aniah: Antara Surat Al-Falaq dan An-Nas

Written By DPC Pkskedungkandang on Saturday, May 5, 2012 | 4:39 AM





Oleh: H. Abdullah Haidir, Lc
Ketua MPW PKS Arab Saudi



Kedua surat ini dikenal dengan surat Al-Mu'awwizatain (permohonan perlindungan). Sunah dibaca bersama surat Al-Ikhlas pada pagi dan petang dan pada setiap selesai shalat Fardhu serta menjelang tidur.

Kedua surat ini mengandung satu sisi dari nilai Tauhid, yaitu menjadikan Allah sebagai satu-satunya tempat memohon perlindungan dan keselamatan dari berbagai keburukan yang dapat menimpa seseorang. Maka, memohon perlindungan dan keselamatan secara mutlak kepada selain Allah, adalah syirik yang dapat menggugurkan tauhid.

Terdapat perbedaan kandungan di antara dua surat ini.

Dalam surat Al-Falaq, kita berlindung kepada Allah dari empat kejahatan; Dari kejahatan makhluk-Nya, Dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan tukang sihir dan dari kejahatan orang yang dengki. Untuk keempat kejahatan tersebut sifat Allah yang disebut hanya satu yaitu Rabbul Falaq (Penguasa subuh).

Sedangkan dalam surat An-Nas, kita berlindung kepada Allah dari satu kejahatan; Yaitu kejahatan bisikan setan. Dan untuk itu disebutkan tiga sifat Allah yang utama, yaitu Rabbunnas (Tuhan manusia), Malikinnas (Raja manusia) Ilaahinnas (Tuhan sembahan manusia)

Dalam surat Al-Falaq, keburukan yang dimaksud adalah keburukan yang bersifat fisik, seperti kerugian harta, sakit atau kematian. Sedangkan dalam surat An-Nas, keburukan yang dimaksud adalah keburukan yang bersifat agama, seperti terjerumus dalam prilaku maksiat, syirik, hingga pada kemurtadan, sebab bisikan setan tak lain bertujuan menggoda manusia agar jauh dari agama dan terjerumus dalam kubangan dosa dan menanggalkan keimanannya.

Hal ini berarti bahwa keburukan dan musibah yang menimpa agama lebih besar bahayanya dari keburukan yang menimpa fisik dan harta benda. Karena musibah dalam agama mendatangkan bahaya di dunia dan akhirat, sedangkan musibah yang menimpa fisik hanya berbahaya di dunia saja. Maka, kekhawatiran kita terhadap bahaya yang dapat menimpa agama seharusnya lebih besar dari kehkawatiran kita atas bahaya yang menimpa fisik kita..

Hal berikutnya adalah, bahwa upaya untuk menyelamatkan agama kita harus menjadi prioritas pertama dan utama di atas yang lainnya, bahkan, merawat dan melindungi agama dapat menjadi sebab kita untuk mendapatkan keamanan dan keselamatan dalam kehidupan dunia.

الَّذِينَ آمَنُواْ وَلَمْ يَلْبِسُواْ إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُوْلَئِكَ لَهُمُ الأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ (سورة الأنعام: 82

"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapatkan keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk." (QS. Al-An'am: 82)


Wallahua'lam.

اللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِي دِينِنَا

Ya Allah, jangan jadikan musibah yang menimpa kami terjadi pada agama kami.



Riyadh, Jumada Tsaniah, 1433H




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN | PKS Tegal | PKS Magelang | PKS Jaktim | PKS Pontianak | PKS Sumut | MBO indonesia | Caksub
Copyright © 2013. PKS Kedungkandang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger