Home » » Mengupas Fiqih Da'wah Mursi

Mengupas Fiqih Da'wah Mursi

Written By DPC Pkskedungkandang on Thursday, August 30, 2012 | 7:13 PM

Muhammad Mursi intens berdiskusi dengan pejabat Iran di KTT Nonblok
(keterangan lengkap ada di bawah)

by: Akmal Sjafril*

Dr. Mursi ini perlu 'dikupas' dari sisi fiqih dakwahnya. Beliau ini harus jadi pelajaran. Utk bersikap tegas, tidak perlu keras dan provokatif, meskipun sikap orang pasti ada saja yg tdk suka.

Di Iran, beliau tdk mencela kebiasaan org Syi'ah utk melaknat sahabat Nabi saw, melainkan hanya membuka orasinya dgn shalawat dan memuji keempat Khulafaur Rasyidin dan seluruh sahabat Nabi saw.

Dr. Muhammad Mursi memulai pidatonya di Iran (KTT Nonblok-ed) dengan shalawat kepada Nabi Muhammad saw, mendoakan ahlul bait, Abu Bakar ra, 'Umar ra, 'Utsman ra, 'Ali ra dan seluruh sahabat Nabi saw. Dalam aqidah Syi'ah, semua sahabat Nabi saw telah murtad, kecuali 4 orang saja. Terlebih lagi Abu Bakar ra dan 'Umar ra yg selalu jadi bulan-bulanan caci maki mereka. Semoga Allah memberkahi Dr. Mursi karena keberaniannya, aamiin...

Beliau jg akademisi lulusan AS dan tinggal bertahun2 di sana, sehingga tak ada org yg bisa menuduhnya ekstremis, radikalis dst.

Beliau tetap berwibawa tanpa harus menuntut balas dendam kepada para perwira yg dulu berkonspirasi menangkapi para petinggi Al-Ikhwan, termasuk dirinya.

(Mursi mengganti Ketua Dewan SCAF dan Menteri Pertahanan Marsekal Husien Tantawi, juga mengganti Kepala Staf Angkatan Bersenjatan Jenderal Sami Anan namun keduanya langsung diberi medali penghargaan dan diangkat sebagai penasihat presiden -ed)

Play smooth is an important part of fiqih dakwah...

Ini sbg antisipasi, krn menurut saya ke depannya pasti ada aja yg bilang beliau ini kurang tegas lah, plin-plan lah, kurang berani lah dsb.

*dikutip dari fb Akmal Sjafril

---
*FOTO: Presiden Mursi Muhammad Mursi (kiri) berdiskusi secara intens dengan tiga pejabat Pemerintah Iran, antara lain penasehat pemimpin tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati (duduk disebelah Mursi), disela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non-Blok di Teheran, Iran, Kamis (30/8/12). Dalam pidatonya di KTT tersebut, Mursi menyebut rezim Pemerintah Suriah "penindas" dan meminta mereka menyerahkan kekuasaan kepada sistem yang demokratis. (Foto dan Keterangan diambil dari KOMPAS hari ini Jumat 31/8 hal. 8)



___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN | PKS Tegal | PKS Magelang | PKS Jaktim | PKS Pontianak | PKS Sumut | MBO indonesia | Caksub
Copyright © 2013. PKS Kedungkandang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger