Home » , » Pendeta : "Pilih yang seiman dan anak Tuhan"

Pendeta : "Pilih yang seiman dan anak Tuhan"

Written By DPC Pkskedungkandang on Sunday, September 9, 2012 | 3:30 PM




Arya Sandhiyudha AS
@AryaSandhiyudha
Ketua DPC PKS Menteng | Mhs Ph.D di Fatih Univ. Turki



  1. Alhamdulillah giat seharian usai. Dari pagi silaturahim ke para ustadz, pendeta, tukang ojek, dll. Salam Ahad bersahaja.

  2. Tadi pendeta yang saya temui bilang, di gereja-gereja juga para pendeta bilang "pilih yang seiman dan anak Tuhan".

  3. Pendeta ini bilang "karena etnik Tionghoa sekarang banyak yang kristen ada pengaruh ke Pilkada". Menurut saya wajar2 saja.

  4. Tambah dia lagi "Gerindra kan juga melakukan mobilisasi via KIRA Kristen Indonesia Raya Gerindra". Ini juga wajar2 saja.

  5. Jadi menurut dia Rhoma Irama tidak SARA. Memandang himbauan agama selalu dalam tendensi negatif, tidaklah tepat. 

  6. Saya kecil dan besar di lingkungan yang plural, baik rumah maupun di keluarga besar. Info2 semacam ini mudah didapat.

  7. Kalau ada isu2 terkait agama, saya selalu konfrontir langsung ke pemuka agama-nya, bukan mengambil interpretasi sendiri.

  8. Sama seperti saat isu Rohingya, sebagian umat Islam langsung 'latah' "jangan bawa2 agama, ini masalah kemanusiaan", dll.

  9. Setelah saya ktemu langsung dengan biksu yang paham isu. Justru bliau bilang: "Budhis di Arakan mencoreng ajaran Budha".

  10. Seringkali sebagian kecil (sekali) dari umat ini mengidap 'inferiority complex'. Itu membuat ia menyalahkan 'dirinya'.

  11. "dialog antar umat beragama" itu dihindari oleh 2 tipe orang: pertama, merasa sudah benar. Kedua, merasa sudah salah.

  12. Negeri ini unik, karena punya mayoritas umat Islam yang segelintirnya sangat inferior. Selalu tergesa bilang: jangan kaitkan dengan agama.

  13. Karena sudah berasumsi agama (Islam) nya lah yang salah. Lalu enggan tanya langsung. Padahal dengan dialog lebih clear.

  14. Atau minimal kalau belum paham, tak tergesa 'kalap' : "jangan kaitkan isu agama". Sebab bisa jadi solusi-nya di situ :)

  15. Jadi dialog itu sifatnya progresif, membangun peradaban yang lebih baik. Bukan karena inferior merasa agama ini salah.

  16. Hal terpenting tidak menyalahkan 3 hal: agama orang lain (i), agama sendiri (ii), orang yang membahasnya dalam tema agama (iii)

  17. sering kita antipati pembahasan isu agama dalam masalah sosial. Padahal bisa jadi jika dibahas secara 'dingin' masalah terurai.

  18. Tuit saya bukan buat nyindir siapa2, tapi membangun kemantapan 'sikap tengah' :)

  19. "Kedewasaan multikultural" sering diangkat tapi hanya 'jargon' sikap toleran terhadap diversitas-nya, tapi sungkan dialog tema sensitivitas.

  20. Sehingga kita hanya dihantui rasa bersalah tidak toleran terhadap diversitas, tapi tanpa sadar abai pada sensitivitas.  

  21. Sebagian kecil (sekali) umat muslim kerap dihantui 'tidak toleran'. Sementara di sisi lain umat kristiani lebih dewasa secara multi-kultural.

  22. Dewasa-nya umat kristiani secara multi-kultural, contohny ttap hargai umat lain beda, tapi himbau jemaat-nya tuk pilih calon tertentu.

  23. Artinya pemuka agama kristiani menghargai sensitivitas preferensi agama mereka sendiri dalam dinamika sosial-politik. 

  24. Sayang di momen2 politik trtentu, sgelintir umat muslim kurang menghargai sensitivitas agamanya sendiri. Lagi2 inferior.

  25. Fakta primordial juga bukan SARA. Kalau kompas sebut 97,8% etnik Tionghoa solid di Pilkada. Kan bukan berarti Kompas itu menyinggung SARA. 

  26. Justru itu kedewasaan multi-kultural etnik Tionghoa, toleran orang yang beda pilihan, tapi solid dukung calon tertentu. 

  27. Atau memang teori-nya sudah terbalik di kota ini? mayoritas jadi inferior, Sementara minoritas lebih dewasa & superior? 

  28. Tuit ini bukan untuk mengatakan bahwa umat Islam harus pilih pemimpin muslim, lalu jangan pilih pemimpin non-muslim. 

  29. Tuit ini lebih mengajak penghormatan umat beragama pada pandangan2 pemuka agama itu penting, meskipun ia beda 'paham'. 

  30. Ketidaknyamanan sosial justru terjadi saat 'beda paham' disikapi dengan cara2 lisan-perilaku yang keluar dari akhlaq.   

  31. Tuips, mohon do'anya insyaAllah besok saya ke Turki untuk register Ph.D di Fatih Univ. Moga berkenan mendo'akan... ;) 




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN | PKS Tegal | PKS Magelang | PKS Jaktim | PKS Pontianak | PKS Sumut | MBO indonesia | Caksub
Copyright © 2013. PKS Kedungkandang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger