Home » , , » Rohis dan Stigma Politik | Kultwit @MahfudzSiddiq

Rohis dan Stigma Politik | Kultwit @MahfudzSiddiq

Written By DPC Pkskedungkandang on Saturday, September 22, 2012 | 7:42 PM





Mahfudz Siddiq 
@MahfudzSiddiq



  1. Saya mau berbagi cerita ttg #rohis sbg orang yg tahun 80-an awal aktif di Rohis SMA dan ttp aktif membina rohis saat kuliah.

  2. Tahun 80-an awal rohis blm sepopuler unit kegiatan siswa sprt KIR dan Pencinta Alam. Ini dipengaruhi sikon politik Orba.

  3. Tesis Islam vs Negara di masa 80-an awal menciptakan stigma negatif ttg aktivitas dan aktivis Islam di sekolah dan kampus.

  4. Saat itu juga berkembang ide sekularisme dr sejumlah pemikir muslim yg mendapatkan resistensi dr kelompok2 muslim lainnya.

  5. Stigmatisasi politik Orba dan Ide sekulerisasi Agama itu yg mendorong semangat untuk kembangkan kegiatan #rohis di sekolah dan kampus.

  6. Hal ini mewarnai karakter #rohis yg cenderung bersifat alienatif dan purivikatif. Pihak sekolah dan kampus jg blm sepenuhnya mendukung.

  7. Derivasinya terlihat dr tema2 kajian #rohis yg kental ideologis dan perspektif sosio-politis dlm menyikapi keadaan.

  8. Para aktivis #rohis pun berpartisipasi dlm social-action misalnya untuk tema jilbab dan astung. Tema kajian dan aksi yg sensitif saat itu.

  9. Ini yg perkuat diferensiasi #rohis dari unit kegiatan lain yg populer dan didukung penuh sekolah dan kampus. Namun justru ini jadi nutrisi.

  10. Militansi dan mobilitas untuk kembangkan #rohis mmg membuat konsentrasi akademik aktivisnya terpecah dan terbagi.

  11. Namun, aktivis #rohis dominan sbg sosok otodidak cerdas & dinamis, namun lack of asesori akademis. Persis sprt banyak aktivis politik lain.

  12. Perubahan positif #rohis muncul di era 80-an ketika ada pergeseran pendekatan politik negara thd Islam yg akomodatif.

  13. Ruang penerimaan thd #rohis dr sekolah dan kampus mulai terbuka. Seiring itu terjadi adaptasi dan inovasi sistem di rohis.

  14. Misalnya identifikasi #rohis sbg arus moderasi sbg antitesa dr radikalisme Islam yg distigma-kan rezim Orba.

  15. Lalu reorientasi tema #rohis pd aspek akademik dan pembinaan akhlak karimah. Tema ideologis-politis mulai terseimbangkan.

  16. Akselerasi orientasi moderasi, akademik dan akhlakul-karimah terakselerasi saat BJ Habibie buka jalur scholarship ke manca-negara.

  17. Mulai banyak aktivis #rohis yg berkompetisi akademik dan berkempatan dpt beasiswa ke universitas di eropa dan jepang. Menyusul AS dan Aust.

  18. Lalu secara kelembagaan #rohis mulai mapan dan bahkan bersinergi dgn unit kegiatan lain. Dukungan sekolah dan kampus pun positif.

  19. Kompetensi akademik, akhlakul-karimah dan moderasi pupuk leadership baru para aktivis #rohis. Mrk mulai pimpin OSIS dan Senat Mahasiswa.

  20. Arus demokratisasi gelombang ketiga di dunia berkembang juga ikut mewarnai #rohis. Mid 90-an mereka ikut kaji tema demokrasi Islam.

  21. Alhasil aktivis #rohis di sekolah & kampus ikut merespon arus demokratisasi yg menerjang Orba. Warna baru dlm peta aktor demokratisasi.

  22. Boleh dibilang era 90-an adl masa suburnya #rohis sbg sumber pembentukan lapisan baru generasi bangsa yg menganut jargon Iman-Ilmu-Amal.

  23. Sekali lagi dgn karakter moderasi, akademik, akhlakul-karimah, dinamisme dan kepemimpinan. #rohis muncul sbg aset baru bangsa.

  24. Era reformasi, stlh berpartisipasi dlm agenda perubahan politik, #rohis kembali ke basic-agenda nya. Dapur pencetakan generasi baru bangsa.

  25. Kini #rohis menghadapi tantangan baru, yaitu liberalisasi yg menerpa ragam aspek kehidupan. Tantangan lbh berat dr sebelumnya.

  26. Liberalisasi yg lahirkan kebebasan yg cenderung disorientatif, sprt hedonisme, permisivisme & new urban life style. Ada pasti tahu hal ini.

  27. Sisi lain, sistem politik baru yg blm efektif menciptakan kritisisme aktivis #rohis thd politik. Perlahan mereka tarik garis dari ruang ini.

  28. Ini dua sikon baru yg dihadapi #rohis, tantangan liberalisasi dan disefektivitas sistem politik. Lalu apa respon mereka ?

  29. Setahu saya, mereka masih fokus pd penguatan - lagi2 - karakter moderasi, akademik, akhlakul-karimah dan dinamisme kepemimpinan.

  30. Namun apakah mereka akan memformulasi respon baru yg lbh substantif? Saya blm tahu pasti. Ada aroma "kegelisahan" positif.

  31. Pertanyaannya, apakah ada yg akan menstimulir dan men-trigger kegelisahan para aktivis #rohis ini dgn aneka tujuan ?

  32. Saya hrs tiup peluit keras untuk me-warning siapapun yg punya "niat-jahat" thd #rohis. Misalnya dgn stigma "sarang rekrutmen teroris muda" !

  33. Stigma itu hanya muncul dr mulut kotor yg ingin hancurkan lapisan generasi yg justru sgt dibutuhkan Indonesia masa depan.

  34. Apakah Anda akan mengubah sosok moderat, berprestasi akademik, berakhlak baik dan berjiwa kepemimpinan dinamis menjadi paradoks baru??

  35. Dan bahkan Anda pun tdk punya andil dlm membangun mereka sejak sbg bayi yg menangis keras ? Berhentilah mengaramkan kapal bangsa ini.

  36. Jiwa dan akal mereka sdg terusik ketika stigma sepihak "sarang rekrutmen teroris muda" ditempelkan secara terbuka ke publik.

  37. Maka perhatikan mereka baik2 dgn pikiran jernih & mata bersih. Saya hanya ingin ucapkan terima kasih kpd atas kontribusi Anda semua.  

  38. Dakwah itu "menunjukkan dan menjelaskan". Bukan boikot-2an. Biarkan mereka jadi pribadi cerdas dan berani.  

  39. Biarkan bertemu dgn media, KPI, Dewan Pers, BNPT, Dosen UIN Jakarta itu, bahkan ke DPR untuk "wa jadilhum bil-latii hiya ahsan..."





___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN | PKS Tegal | PKS Magelang | PKS Jaktim | PKS Pontianak | PKS Sumut | MBO indonesia | Caksub
Copyright © 2013. PKS Kedungkandang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger