Home » , , » "Idul Adha & Sumpah Pemuda" | Kultwit @Fahrihamzah

"Idul Adha & Sumpah Pemuda" | Kultwit @Fahrihamzah

Written By DPC Pkskedungkandang on Saturday, October 27, 2012 | 8:18 PM





Fahri Hamzah
@Fahrihamzah


  1. Apakah yg kita rayakan kemarin dan apa yg kita rayakan hari ini? Idul Adha1433H dan Sumpah Pemuda 2012.

  2. Kita merayakan hal yang sama; dalam Idul Adha 1433H kita rayakan pemuda dan hari ini kita rayakan Sumpah Pemuda 2012.

  3. Dua mementum sejarah berdekatan mencatat hal yang sama, bisakah kita ambil hikmah yang sama?

  4. Pertama, adalah pemuda Ibrahim AS, sang kekasih Tuhan (khalilullah), lahir di daerah Ur (Iraq), dan menjadi nabi 1900 SM.

  5. Kenapa Tuhan memilihnya menjadi nabi? Lalu dari keturunannya kelak lahir pula nabi-nabi?

  6. Ibrahim dikenal pencari kebenaran. Pemuda Babilon ini bahkan mendobrak tradisi keluarganya sebagai pematung berhala.

  7. Demi kebenaran, Pemuda Ibrahim AS menghancurkan berhala dan melawan rezim Tiran Namrudz.

  8. Demi kebenaran IbrahimAS muda dibakar hidup-hidup sampai Allah menunjukkan kebenarannya.

  9. Dari Ibrahim AS kita belajar tentang kecintaan kpd kebenaran dan keberanian bahkan melawan keluarga dan bangsa sendiri.

  10. Karenanya Ibrahim AS menjadi kekasi Allah. Puncak ujian-nya menjadi kekasih Allah justru saat ia diminta berkurban.

  11. Tak tanggung, yang harus ia kurbankan adalah anak semata wayangnya: Ismail AS.

  12. Prosesi inilah yg diabadikan dalam Haji dan Idul Adha, kisah keberanian dan ketaatan.

  13. Sekarang bagaimana dengan pemuda Ismail AS? Apa kelebihannya? Bukankah dia anak nabi? Mudahlah menjadi nabi.

  14. Pemuda Ismail AS tentu adalah didikan bapaknya dan ibunya hajar, sehingga memiliki pribadi luar biasa.

  15. Lihatlah dialog, "Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu".

  16. "Hai Bapakku, kerjakanlah apa yg diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan melihatku termasuk orang2 yg sabar"(QS shaffat:102)

  17. Pemuda Ismail AS telah mendukung keputusan Ibrahim AS meski itu menyangkut nyawanya.

  18. Satu sisi Ibrahim AS yg sudah tua, menanyakan keputusan yang sulit itu, apa pendapat Ismail AS.

  19. Satu dialog saling pengertian yang memukau dalam perjuangan menegakkan kebenaram. 

  20. Pantaslah jika Tuhan mengabadikan prosesi anak manusia ini dalam peristiwa kolosal Haji.

  21. Sekarang apa yg kita ingat dari Sumpah Pemuda yang kita peringati untuk ke 84 kalinya.

  22. Lagi2 kita mengingat pemuda, para "jong" yang entah dengan semangat apa, mereka berkumpul pada KPI Ke-2.

  23. KPI adalah Kongres Pemuda Indonesia yg telah diselenggarakan pertama thn 1926 dan terus digelorakan dgn pertemuan antara.

  24. Sampai kemudian terlaksana pertemuan kedua (27-28 oktober 1928) yg ditutup dengan pembacaan rekomendasi dan sumpah.

  25. Sumpah Pemuda, seperti yg naskahnya sering kita dengar adalah suara hati dan suara zaman yg bertemu.

  26. Jadilah Sumpah Pemuda sebuah momentum ketika dentuman besar menggelegar, hasrat menjadi Indonesia tak terbendung.

  27. Bara api persatuan menuju kemerdekaan menjalar di seluruh penjuru nusantara. Puncaknya Proklamasi 17/8/45.

  28. Dada diisi harapan, dimana-mana angkara murka tak lagi bisa menahan perlawanan meletup dimana-mana.

  29. Maka, jika kebenaran telah menjadi keyakinan dan ia berada dalam diri Pemuda adakah yg lebih dahsyat? 

  30. Itulah yang terjadi pada sekitar 1900-an sebelum Masehi dan 1900-an setelah masehi.

  31. Lalu apa yang kita hadapi hari ini? Kenapa Pemuda dan Kaum Muda seperti kehilangan jejak?

  32. Aku lebih cenderung percaya bahwa kita sedang menunggu momentum ledakan.

  33. Memang ada yang tersesat, tetapi sifat2 dasar pemuda tak mungkin hilang dari sejarah.

  34. Sifat cinta kebenaran, berani, jujur dan terus terang, setia, rela berkorban dll tak akan sirna.

  35. Mereka yang kehilangan sifat2 itu adalah mereka yang telah mati. Dimakan usia dan waktu.

  36. Mereka yang setia dan tak kehilangan jati diri adalah mereka yang menunggu...

  37. Dan, ada yg telah mati sebagai syuhada, ada yang menunggu mati dengan tetap memagang janjinya pada sejarah.

  38. Apakah kita termasuk setia menunggu mati dalam kesetiaan janji? Kita dan Tuhan yg tahu.

  39. Memang menunggu pekerjaan yang tidak mudah, tapi memang tidak ada cara lain. Waktu adalah obat.

  40. Tidak ada yang salah dari apa yg sdh kita perbuat selama ia adalah pelaksanaan janji setia.

  41. Bahwa setelah itu sesuatu berputar arah dan tak sesuai dengan rencana semula, adalah ujian kita.

  42. Kita semua harus bertahan membangun kesadaran bahwa yang benar tak boleh dikompromikan.

  43. Bahwa kebenaran Tuhan tak akan meragukan dan bahwa kepentingan sempit mendatangkan keraguan.

  44. Bahwa keberanian bukan untuk menghancurkan barisan tetapi untuk membangun kekokohan gerak.

  45. Bahwa feodalisme adalah musuh sejarah kita karena ialah penghalang kita menuju kebenaran.

  46. Bahwa tiran atas nama apapun adalah angkara murka seperti namrudz dan kolonial.

  47. Bahwa musuh kita yang abadi adalah kezaliman termasuk yg mungkin ada dalam diri kita sendiri.

  48. Bahwa bangsa dan Ummat kita berhak atas kehidupan yang lebih baik demi kemanusiaan.

  49. Mereka yang bercokol dan menebar perasaan tak sanggup dan putus asa pada rakyat akan kita hadapi.

  50. Gelombang baru harus diciptakan untuk melawan perasaan tidak berdaya ini. (Selesai)



___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN | PKS Tegal | PKS Magelang | PKS Jaktim | PKS Pontianak | PKS Sumut | MBO indonesia | Caksub
Copyright © 2013. PKS Kedungkandang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger