Home » » Belajar "Tsiqoh" dari Akh Edin Dzeko

Belajar "Tsiqoh" dari Akh Edin Dzeko

Written By DPC Pkskedungkandang on Sunday, October 21, 2012 | 11:47 PM

Selebrasi Edin Dzeko saat gol ke-2 di injury time yg mengantarkan kemenangan City 2-1 vs WBA

Acap kali tampil sebagai pahlawan bagi Manchester City, tak membuat Edin Dzeko jumawa. Ia memilih merendah dan menginjak bumi ketimbang melangit karena pujian.

Teranyar, striker muslim asal Bosnia-Herzegovina, Edin Dzeko yang menjadi pahlawan kemenangan City, saat menggilas West Bromwich Albion, Sabtu (20/10) malam WIB. Dalam laga lanjutan Liga Primer Inggris yang digelar di Stadion the Hawthorns itu, City menang 2-1 atas West Bromwich.

"Saya sangat senang bisa membantu tim menang dan menjalani peran saya," ujar Dzeko, seperti dilansir laman resmi the Citizens.

Dua gol itu membuktikan Dzeko bukan striker kacangan dan laik dipinggirkan. Juru gedor 26 tahun itu membuktikan dirinya perkasa sebagai pemain super sub City. Namun, Dzeko sendiri berharap dirinya tidak terlalu sering  menyandang 'gelar' tersebut.

"Saya tidak ingin selalu menjadi super sub. Saya hanya ingin bermain," ujar mantan bomber VfL Wolfsburg itu, selepas pertandingan, seperti dilansir Daily Mail.

Ya, sepanjang musim ini Dzeko memang lebih banyak berperan sebagai pemain pelapis. Ia hanya menjadi ban serep dari dua penyerang utama, Carlos Tevez dan Sergio Aguero, atau pun Mario Balotelli.

Dalam sebelas pertandingan yang sudah dimainkannya musim ini di berbagai kompetisi, Dzeko baru empat kali tampil sejak menit awal pertandingan. Meski begitu, ia tetap bisa membuktikan kelasnya dengan mengemas enam gol.

Masuk sebagai pengganti di menit ke-79, Dzeko tampil perkasa. Ia mampu mengubah dan mendongkrak penampilan City yang sejak menit ke-23 bermain dengan sepuluh orang pascadiusirnya James Milner karena mendapat kartu merah. Saat itu City sudah tertinggal 0-1 berkat gol Shane Long di menit ke-67.

Ini ajib, baru satu menit menginjakkan kaki di atas lapangan, Dzeko berhasil memulihkan kedudukan menjadi 1-1. Dan drama injury time terjadi, setelah Dzeko mencetak gol lewat serangan balik di masa perpanjangan waktu.

Saking senangnya, Dzeko merayakan gol kemenangan dengan ekspresif. Ia membuka jersey dan berlari ke arah pendukung Manchester Biru.

Karena aksinya, wasit menghadiahkannya kartu kuning. Namun, selebrasi itu dirasa wajar mengingat situasi City yang sempat kesulitan dengan sepuluh pemain dan tertinggal satu gol. "Meskipun kami masih bisa mencetak banyak kesempatan," ujar Dzeko mengakhiri.

Gol Dzeko membuat City pulang dengan kepala tegak. Laskar Roberto Mancini berhak membungkus tiga poin dan membawanya pulang ke Etihad Stadium.

"Dia sudah mencetak banyak gol bernilai, gol yang sangat penting," puji asisten pelatih City, David Platt, seusai laga, seperti dilansir Sky Sports. Platt memberikan pujian bagi Dzeko yang kerap menjadi penentu kemenangan City.  [Republika]

---***---

Saya ikut menonton pertandingan yang disiarkan ulang televisi swasta pada Sabtu lalu (20/10). Sebagai fans City saya ikut deg-degan menyaksikan nyaris kalahnya City ini. Dan hari ini setelah baca berita republika diatas saya ingin berbagi perasaan tentang akh Dzeko....

  1. Belajar AL-FAHM dari #Dzeko, bahwa kemenangan tim adalah diatas ambisi individu.

  2. Belajar IKHLAS dari #Dzeko, bahwa dimanapun posisi kita: cadangan atau pemain inti tak membuat sakit hati.

  3. Belajar Al-Amal dari #Dzeko, bahwa nilai kita adalah pada kinerja kita.

  4. Belajar AL-JIHAD dari #Dzeko, bahwa hanya kesungguh-sungguhan yang akan membuahkan hasil. Tak ada kata terlambat.

  5. Belajar ATS-TSIQOH dari #Dzeko, bhw sehebat apapun dirinya hanyalah pemain yg siap mnjalankan instruksi pelatih. Percaya dg strateginya. Siap ditugaskan kapanpun.

  6. Prnahkah kita mendengar keluh kesah #Dzeko trhadap Mancini sang qiyadahnya? adakah berita ketidaksenangan #Dzeko atas perlakuan Mancini?

  7. Apakah #Dzeko jumawa saat jadi pahlawan MCity? merasa dirinya hebat? lantas mengkritik pelatih yg membangkucadangkan terus?

  8. #Dzeko menjadi hebat bukan sekedar dia bikin gol kemenangan, tapi karena dia memposisikan diri sebagai bagian dari TIM. Not Individual !

  9. "Saya sangat senang bisa membantu tim menang dan menjalani peran saya," ujar #Dzeko | begitu juga kita, senang menjalani peran di jamaah ini. Apapun peran itu.

  10. "Saya tidak ingin selalu menjadi super sub. Saya hanya ingin bermain," ujar #Dzeko pahlawan MCity | begitulah kita, yg penting ber-amal.

  11. Yup, musim ini #Dzeko lebih banyak jadi ban serep. tapi itu tak mengurangi TOTALITAS dia saat bermain. tak ada sakit hati. it's my team !!

by: ADMIN PKSPiyungan


___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN | PKS Tegal | PKS Magelang | PKS Jaktim | PKS Pontianak | PKS Sumut | MBO indonesia | Caksub
Copyright © 2013. PKS Kedungkandang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger