Home » » Stroke dan Wasiat Nabi | Refleksi Irwan Prayitno

Stroke dan Wasiat Nabi | Refleksi Irwan Prayitno

Written By DPC Pkskedungkandang on Sunday, October 21, 2012 | 4:06 PM

"Stroke"


Oleh Irwan Prayitno
Gubernur Sumatera Barat

Ia seorang tokoh yang sangat disegani di daerahnya. Ia seorang mantan walinagari yang sarat dengan prestasi.  Berkali-kali pemilihan walinagari, selalu saja dia yang terpiih dan mendapat amanah. Lebih dari separuh umurnya ia dedikasikan sebagai walinagari di sebuah nagari yang dulunya sangat tertinggal.

Jumat pagi, pertengahan bulan lalu saya mendapat kabar bahwa Pak Wali, begitu ia biasa dipanggil, telah dipanggil ke pangkuan Allah Swt. Ia meninggal dunia setelah mengalami koma dan dirawat secara intensif selama 27 hari di Rumah Sakit khusus stroke Bukittinggi.  Ia memang sebelumnya telah mengalami gejala stroke dan lalu mencapai puncaknya hari itu.

Padahal sehari sebelumnya kami juga berkunjung ke RS M Djamil Padang, membezuk suami seorang teman yang juga terkena penyakit stroke.  Dulunya ia adalah seorang wiraswasta yang sukses. Dari hasil usahanya ia bisa hidup dengan layak dan nyaman. Namun sejak mengalami stroke beberapa tahun lalu, ekonomi keluarganya lumpuh, sepanjang hari ia hanya bisa berbaring tak berdaya  di tempat tidur.

Entah hanya kebetulan, atau memang sebuah fenomena, sore itu sebuah sms berisi berita mengejutkan masuk melalui handphone. Isinya memberitahu bahwa seorang teman lagi,  juga masuk rumah sakit karena mengalami stroke! Ada apa dengan stroke?

Menurut catatan Dinas Kesehatan, jumlah kasus penyakit stroke memang cukup menyolok di Sumatera Barat. Beberapa tahun belakangan jumlah penderita stroke di Sumbar meningkat 4 kali lipat dari sebelumnya. Penyakit ini muncul akibat gaya hidup dan pola makan masyarakat yang tidak sehat.

Penyakit stroke adalah gangguan fungsi otak akibat aliran darah ke otak mengalami gangguan/berkurang. Akibatnya, nutrisi dan oksigen yang dbutuhkan otak tidak terpenuhi dengan baik. Stroke bisa disebabkan oleh adanya sumbatan di pembuluh darah (trombus), atau adanya pembuluh darah yang pecah.

Pola makan, ternyata masalah inilah penyebab utama masalah tersebut, terutama di Sumatera Barat. Pola makan masyarakat Sumatera Barat yang banyak mengandung lemak menyebabkan sejumlah penyakit yang tergolong kelompok penyakit degenatif tersebut cendrung banyak ditemukan di Sumatera Barat.

Kelompok penyakit degeneratif lain yang banyak terjadi dan menjadi penyebab kematian terbanyak di Sumatera Barat diantaranya adalah stroke, diabetes melitus, dan jantung koroner.

Penyakit degeneratif adalah penyakit yang muncul seiring dengan pertambahan usia karena menurunnya fungsi-fungsi tubuh. Di saat memasuki usia lanjut (usia di atas 50 tahun), umumnya terjadi penurunan fungsi-fungsi tubuh manusia. Tubuh tak mampu lagi mentralisir atau memanfaatkan lemak atau gula yang masuk ke dalam tubuh sebagaimana mestinya. Akibatnya lemak atau gula tersebut tidak termanfaatkan, menumpuk dalam tubuh, lalu menjadi racun dan pemicu timbulnya sejumlah penyakit.

Lebih parah lagi, umumnya masyarakat mencapai kehidupan yang mapan pada usia tersebut (usia di atas 50 tahun). Karena ekonominya mulai mapan, ia bisa membeli apa saja yang ia inginkan, termasuk membeli makanan yang serba enak. Namun tanpa disadari jumlahnya telah melebihi kebutuhan dan kemampuan tubuhnya mengolah dan memanfaatkan makanan tersebut. Akibatnya, muncullah berbagai penyakit degeneratif tadi.

Meski baru sekarang sangat dirasakan dampaknya, namun sejak lebih dari 1500 tahun lalu Nabi Muhammad Saw telah mengingatkan agar manusia mengendalikan pola makannya. Nabi mengingatkan agar “Makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang.”

Dalam konsep bernegara, pola makan juga menimbulkan masalah besar. Dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta jiwa, ketersedian pangan menjadi masalah besar, terutama ketersediaan beras yang berfungsi sebagai makanan pokok. Pemerintah bersama masyarakat petani harus pontang panting bekerja keras agar kebutuhan beras nasional bisa terpenuhi.

Sangat besar dana yang terkuras untuk memenuhi kebutuhan pangan tersebut. Pemerintah memberikan subsidi dan meluncurkan berbagai program agar produksi beras terus meningkat. Selain itu setiap tahun harus diimpor sekitar 136.000 ekor sapi untuk memenuhi kebutuhan daging masyarakat. Tentu sangat miris jika kerja keras petani dan dana besar yang dihabiskan itu justru bukan untuk membuat masyarakat bisa hidup sehat dan produktif, tapi malah membuat mereka sakit stroke, diabetes, jantung dan sebagainya.

Karena itu mari kita kontrol pola makan kita agar devisa negara yang yang selama ini tersedot untuk memenuhi kebutuhan pangan bisa dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih produktif. Secara pribadi, tentu saja hidup sehat dan mencegah sakit adalah pilihan terbaik.

Caranya cukup mudah, mengatur pola makan baik jenis makanan yang dimakan maupun jumlahnya, berolahraga, mengikuti anjuran Nabi atau berpuasa. Berpuasa Senin Kamis, atau berpuasa Nabi Daud, atau berpuasa sesuai anjuran agama masing-masing, adalah pilihan yang cukup baik, karena selain bermanfaat untuk kesehatan juga sebagai ibadah. ***

Singgalang 9 Oktober 2012


___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN | PKS Tegal | PKS Magelang | PKS Jaktim | PKS Pontianak | PKS Sumut | MBO indonesia | Caksub
Copyright © 2013. PKS Kedungkandang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger