Home » , » Kisah Da'wah di Amrik: Pak Hadi & Yahudi | kultwit @dedhi_suharto

Kisah Da'wah di Amrik: Pak Hadi & Yahudi | kultwit @dedhi_suharto

Written By DPC Pkskedungkandang on Wednesday, May 30, 2012 | 5:47 PM




Oleh dedhi suharto
@dedhi_suharto
Penulis buku Qur'anic Quotient & Negarawan Qur'ani




  1. Bismillahirrahmanirrahim, alhamdulillah tercapai obsesi saya u dakwah di Amrik. Saat wakil dubes menawari saya u bedah buku QQ (Qur'anic Quotient).

  2. Dg mengurbankan ‘sightseeing’, saya kunjungi saudara2 muslim Indonesia di Madrasah, di Maryland, USA.

  3. Hadir di dalam bedah buku QQ beberapa orang kulit putih, suami dari para muslimah Indonesia. Mereka ikut bertanya ttg materi QQ.

  4. Hadir pula seorang pria single kulit putih yg akan masuk Islam. Dan saya ikut menyaksikan masuk Islamnya kulit putih tsb.

  5. Apa yg membuat kulit putih tsb masuk Islam? Katanya, dia senang dg ketenangan dan kedamaian komunitas muslim.

  6. Saya menduga komunitas muslim yg dia lihat adalah komunitas muslim Indonesia. Jadi, mrk bisa jadi jembatan budaya Islam-Barat.

  7. Bbrp tahun setelahnya, di San Fransisco sy jumpai kulit hitam yg masuk Islam dan bergaul di komunitas muslim Indonesia juga.

  8. Dan bbrp minggu yg lalu saya konfirmasikan kpd kru @Radio_pengajian yg tinggal Swedia dan dia membenarkan peran muslim Indonesia.

  9. Kembali ke Madrasah di Maryland, saya bersyukur bisa bedah buku QQ di sana. Sambutannya bikin saya tergerak menulis buku lagi.

  10. Alhamdulillah, semangat Madrasah di Maryland menghasilkan buku NQ (Negarawan Qur'ani -2009) dalam waktu sekitar 8 bulan setelahnya.

  11. Nah, saya akan menceritakan ttg Pak Hadi, yg bertugas mengantar saya pulang ke hotel. Beliau ini seorang sopir.

  12. Pak Hadi ini punya isteri muslimah berjilbab dan menjadi seorang pembantu di keluarga .... Yahudi!

  13. Isteri Pak Hadi ini sgt dipercaya oleh keluarga Yahudi tsb krn ia melaksanakan tugas dari keluarga itu dg baik.

  14. Keluarga Yahudi yg dilayani ternyata keluarga Yahudi yang berpengaruh di Amerika, jadi bukan sembarangan.

  15. Yang menarik adalah apa yg diajarkan oleh Keluarga Yahudi itu kepada anaknya, yg dijaga betul oleh isteri Pak Hadi.

  16. Anak Yahudi ini dilarang menonton TV dan diarahkan untuk bermain di alam bebas. Dan isteri Pak Hadi menjaga benar hal itu.

  17. Mendengar kisah itu, saya sungguh merinding dg fenomena muslim di Indonesia yg terlalu bebas membiarkan anak menonton TV.

  18. Tentu tidak harus melarang, tetapi semestinya tetap mengarahkan dan mengawasi saat anak menonton TV.

  19. Banyak tontonan yg tidak pantas ditonton anak kita. Masak kita kalah sama keluarga Yahudi tersebut?

  20. Atas ketekunan menjalankan instruksi, keluarga Yahudi tsb sangat berterima kasih dg muslimah kita itu.

  21. Bahkan ketika si anak Yahudi telah dewasa, mereka tetap mempekerjakan isteri Pak Hadi, meski sekedar nyopirin tugasnya.

  22. Dan anak Yahudi yg tumbuh dewasa itu pun sgt berterima kasih kpd Bu Hadi. Hal itu ia tunjukkan ketika di sekolah.

  23. Saat diberi buku Satanic Verses-nya Salman Rushdie ia menolaknya,"Ada muslimah di keluarga saya. Saya takut ini menyakitinya."

  24. O ya, ternyata saya tidak langsung dibawa ke hotel oleh Pak Hadi, tapi dibawa ke rumahnya di Virginia.

  25. Dan di sana saya disuguhi nasi sayur lodeh tempe, makanan yg sungguh berkelas di Amerika krn semuanya mesti impor, hehe..

  26. Dan nikmatnya adalah iringan musiknya, berupa rebanaan oleh Bu Hadi dkk. Rupanya saatnya mereka latihan rebana.

  27. Dan rumah Pak Hadi di Virginia terbuat dari papan. Jadi, sayur lodeh, rebana, rumah papan.. membuat saya lupa sedang di Amerika.

  28. Ditambah satu lagi.. mereka pake boso Jowo. Jadi, sesaat saya merasa sdg berada di sebuah kota di Jawa Timur, hehe..

  29. Dan bagaimana dg pengorbanan saya tidak ikut sightseeing/jalan2 lihat kota Washington DC? Ternyata Allah menggantinya.

  30. Panitia training memberi bonus acara "sightseeing" hg teman2 berkomentar,"Ini sih kita sudah pernah." Hehe..

  31. Dan pasti ada seorang yg sangat bahagia dg sightseeing "resmi" tersebut, yaitu... saya ! Hehe..

  32. Cukup kulwit #memory dakwah di Amrik. Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubuu ilaik.




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN | PKS Tegal | PKS Magelang | PKS Jaktim | PKS Pontianak | PKS Sumut | MBO indonesia | Caksub
Copyright © 2013. PKS Kedungkandang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger