Home » , » Berbekal Karcis Pemberian PKS, Raih Hadiah Utama

Berbekal Karcis Pemberian PKS, Raih Hadiah Utama

Written By Admin on Tuesday, April 23, 2013 | 1:32 AM


Aura kebahagiaan terpancar di wajah Maini, sambil menggandeng tangan anaknya, tukang jahit baju itu lari menuju panggung Jalan Sehat Pemilu Sukses yang digelar Jawa Pos Radar Malang-KPU Kota Malang, kemarin (21/4). Saat itu master of ceremony (MC) Jadi Galajapo menyebut nama Victor Maulana Fatahillah, anak Maini, sebagai peserta yang meraih hadiah Suzuki Titan.
Selain Victor, ada puluhan peserta lain yang menyabet hadiah. Tapi bukan sepeda motor seperti yang dibawa Maini. Ada yang beruntung mendapatkan sepeda gunung, lemari es, televise LED, kompor gas, rice cooker, kipas angin, setrika listrik, dan puluhan hadiah hiburan lainnya.

Maini melampiasakan kegembiraannya di atas panggung. Dia mengajak Victor berfoto disamping sepeda motor mulus yang sudah lama dia idam-idamkan itu. Matanya berkaca-kaca, seolah tidak percaya bakal membawa sepeda motor seharga belasan juta rupiah itu. Beberapa kali dia mengucap syukur, tanda merasakan kebahagiaan tiada tara.

Maini memang tidak menyangka bakal membawa pulang hadiah sepeda motor. FIrasat memenangkan hadiah utama juga tak dia rasakan. Tapi satu hari sebelum mengikuti Jalan Sehat Pemilu Sukses, Maini melakukan istighosah di rumahnya. “Saat itu anak saya mau ujian nasional (UN), jadi ya sekalian istighosah,” tutur ibu dua anak itu.

Sambil sesekali mengusap air mata kebahagiaan yang menetes, perempuan yang berusia 40 tahun it uterus mengucap syukur. Bertahun-tahun dia ingin membelikan sepeda motor anaknya. Tapi penghasilan sebagai tukang jahit yang pas-pasan, tentu tidak bisa mengabulkan keinginan anaknya. Maklum, dalam sehari Maini hanya mengais uang Rp. 60 ribu. “Itu kalau ada orang minta dijahitkan baju. Kalau gak ada ya gak dapat uang. Gak tentu lah,” kata Maini dengan tangan kanan masih memegangi sepeda motor yang sudah menjadi miliknya itu.
Penghasilan Suparianto, suaminya juga sedikit. Sebagai buruh di perusahaan di kawasan Sukun, dia hanya digaji Rp. 600 ribu per bulan. Jika dikumpulkan, penghasilannya dan gaji SUparianto hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari. Untuk biaya sekolah kedua anaknya, warga Sukun Sidomulyo RT 3 RW 7 Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, terpaksa mencari penghasilan tambahan. “Suami saya cari sampingan dengan antar jemput anak majikan yang bersekolah di MIN 2 Malang,” sambung perempuan berjilbab tersebut.
Selama ini, keluarga Maini hanya punya satu sepeda motor buatan 2008. Itupun kondisinya sudah memprihatinkan. Larinya tak kencang dan kerap keluar masuk bengkel.

Dengan sepeda motor butut itu, SUparianto antar jemput anak majikan tempatnya bekerja di percetakan. Lantaran dia juga mengantar anaknya bersekolah, satu-satunya kendaraan bututnya itu dibuat boncengan bertiga. Satu anak majikan dan satunya anaknya sendiri.

Desakan hidup membuatnya tak pernah melupakan impiannya mempunyai sepeda motor lagi. Untuk mewujudkan impiannya, Maini gemar mengikuti jalan sehat yang berhadiah sepeda motor. Saba ada kegiatan jalan sehat, Maini tak pernah absen. “Tapi belum pernah dapat sepeda motor. Paling-paling dapat panic, paying dan dispenser,” kata dia.

Biasanya, Maini tak berhasil menyabet hadiah meski membeli kupon undian. Paling banter dia hanya mendapatkan hadiah hiburan. Tapi dalam jalan sehat pemilu suksesyang diikuti sekitar 10 ribu peserta Kota Malang itu, Maini tak mengeluarkan sepeserpun.


Dia mendapatkan tiket dari pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ranting Tunjungrejo. “Tadi malam pengurus PKS beli banyak. Saya dikasih tiga lembar. Alhamdulillah, kok malah dapat sepeda motor,” Suparianto yang ikut mendampingi Maini dan Victor mengurus administrasi sebelum membawa pulang sepeda motor Suzuki Titan.

Rencananya, hadiah sepeda motor tersebut akan digunakan Victo rbersekolah. Saat ini, si bungsu dari dua bersaudara itu sudah kelas VII SMPN 19 Malang. Dengan bertambahnya satu sepeda motor di rumahnya, beban Maini dan SUparianto lebih ringan. Setidaknya, laki-laki yang juga aktivis PKS itu tak perlu lagi berboncengan tiga orang. “Victor kan bisa memakai sepeda motor sendiri,” tambah pria yang mengenakan kaos bergambar pasangan cawali dan cacawali Agus Dono-Arif HS itu.

Berbeda dengan kedua orangtuanya, ekspresi Victor tampak datar-datar saja. “Saya tidak mendapat firasat apa-apa. Saya juga gak nyangka bakal mendapat sepeda motor. Terserah ibu dan bapak saja, sepeda motornya mau diapakan,” kata Victor.
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN | PKS Tegal | PKS Magelang | PKS Jaktim | PKS Pontianak | PKS Sumut | MBO indonesia | Caksub
Copyright © 2013. PKS Kedungkandang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger