Berita Terkini

Showing posts with label PKS KITA. Show all posts
Showing posts with label PKS KITA. Show all posts

Pesan Cinta Buat Kota Malang yang akan Menentukan Pilihan Walikota Besok 23 Mei 2013

Written By Admin on Wednesday, May 22, 2013 | 12:19 AM

1. Perbanyak DOA untuk Kota Malang lebih baik, maju, sejahtera
DOA, itu senjata kaum mukmin, sebagai bentuk pengakuan kelemahan diri dan hanya Tuhan Yang Maha Esa yang paling Kuasa atas segala sesuatu,
dengan DOA, kita bertawakal dengan segala ikhtiar yg kita sdh lakukan, membuat terang yang gelap dan memantapkan hati menentukan pilihan terbaik
Menuju Malang lebih maju dan sejahtera.

2. Waspada
pesan cinta ini, sebagai bentuk kehati-hatian kita dan mengajak supaya kita bisa terbuka berpikir lebih kritis.
tidak dipungkiri, biaya politik itu mahal, bertarungnya segala kepentingan, kadang menghalalkan segala cara, dan bahkan diluar akal sehat.
ada yang tahu gaji walikota ?
sekedar kira2 ya: anggaplah 10 juta (pokok) + tunjangan lain2 sehingga total 20 jt x 12 (bln) x 5 (th) = 1,2 Milyar
konon smpai sekarang biaya kampanye calon-calon yang ada sdh ada yg habis puluhan milyar bahkan ada yg sdh lebih 50 milyar
jika dalam 5 th, terus-terusan puasa tanpa buka dan sahur, tetap sj blm bs menutup biaya kampanye.
ini awal penyimpangan anggaran APBD sehingga tidak lagi optimal untuk kesejahteraan rakyat.

3. Coblos Pasangan no 5
Secara khusus kpd teman2ku baik yg sdh pernah ketemu/yg belum, baik online/offline, juga termasuk teman2nya dari teman2ku, secara tulus & penuh cinta...saya mengajak unt memilih pasangan no 5 (DOA). pasangan DOA ini yg sangat sy rekomendasikan, dg segala kemampuan, ketulusan, komitmen yg dimiliki pasangan DOA, lebih baik dari pada yg lainya.
Komitmen perjuangan DOA:
1. Bantuan usaha unt UMKM 25 jt/RT/Tahun
2. Pendidikan (SD,SMP, SMA) gratis
3. Biaya Kesehatan Gratis (cukup KTP/KK) unt kelas 3 bagi warga Malang
4. Perbaikan sarana & prasaran
5. Mewujudkan masyrakat yg Religius & berbudaya

Insya Allah Pasangan DOA berkomitmen unt itu, dan sbgai bentuk kesungguhan GARANSI 1,5 Th Siap Mundur jk gagal.

Teman2Ku Mhn Dukungannya, terima kasih
 

Prima Al Akbar      
Ketua DPC PKS Kedungkandang
 

Kesehatan Warga, program prioritas DOA

Written By Admin on Wednesday, May 15, 2013 | 11:06 PM

Malang Kota – Pelayanan kesehatan gratis menjadi salah satu program andalan pasangan DOA (Agus Dono Wibawanto – Arif Hari Setiawan) untuk mendekati masyarakat. Seperti halnya yang dilancarkan siang kemarin oleh pasangan nomer urut 5 ini pada pada sejumlah titik.

Melalui pelayanan kesehatan gratis itu, duet wakil rakyat yang duduk di DPRD Jatim ini menyapa sekaligus menyampaikan program-program andalannya. Pandangan itu seperti halnya di kelurahan Jodipan. Di pelayanan kesehatan gratis itu, pasangan yang diusung Koalisi empat Partai, yaitu partai Demokrat, PKS, Hanura dan PKPB ini membeber 5 program yang akan dijalankan jika mendapat kepercayaan dari masyarakat. “Mohon dukungannya supaya nanti pelayanan kesehatan bagi masyarakat sudah tidak menjadi kendala lagi,”, Kata Arif Hari Setiawan, siang kemarin.

Pelayanan kesehatan, sambung Arif, akan diberikan secara cuma-cuma alias gratis. Masyarakat tidak perlu dibuat kesulitan untuk mendapat pelayanan gratis. Tidak harus memiliki kartu Jamkesmas (Jaminan kesehatan masyarakat) atau jamkesda (jaminan kesehatan daerah) atau mengurus surat pengantar maupun surat keterangan miskin. Cukup menunjukkan KTP (kartu tanda penduduk) atau KK (kartu keluarga) kepada petugas. Dengan menunjukan identitas, maka pelayanan akan diberikan secara gratis.

Arif lantas mengatakan, pelayanan kesehatan itu merupakan kebutuhan mendasar bagi warga masyarakat. Sehingga sudah seharusnya pemerintah mendahulukan kepentingan warga masyarakat. Karena itu jugalah, dia bersama calon wali kota, Agus Dono Wibawanto menempatkan pelayanan kesehatan gratis pada urutan pertama diantara lima program andalan yang diusung.
Selain pelayanan kesehatan gratis, Arif juga menyatakan pelayanan pendidikan gratis bagi warga Kota Malang. Tidak hanya itu, Arif juga mendorong warga masyarakat untuk meningkatkan kegiatan usaha. (yak/ lid)

Tebar 100 Ribu Surat Cinta, DOA Janji Siap Turun Jabatan Jika Gagal

Malang Kota – Kesiapan mundur dari jabatan saat terpilih karena tidak menjalankan program, benar-benar digencarkan oleh pasangan DOA (Agus Dono Wibawanto – Arif Hari Setiawan). Surat cinta berisi Lima program serta kesanggupan mundur dalam kurun waktu 1,5 tahun pun dibagi-bagikan  kepada masyarakat. Pembagian surat cinta itu bersamaan dengan pelaksanaan kampanye tim sukses pasangan yang diusung oleh koalisi empat partai, yaitu partai Demokrat, PKS, Hanura dan PKPB.

Pemandangan itu seperti halnya terlihat dalam setiap agenda kampanye pasangan tersebut. Baik diwilayah Klojen, Sukun, Kedungkandang, Blimbing maupun Lowokwaru. Pernyataan mundur dalam surat cinta itu cukup mencolok. Beragam jenis tulisan kesiapan mundur jikalau terpilih kemudian jika tidak ada satupun program yang terlaksana. Salah satu bentuk tulisan yang menarik perhatian ituberbentuk bulatan seperti stempel, “ini komitmen kami. Dan kalau diantara lima program prioritas tidak ada yang terlaksana, nanti kami ini akan mundur,” kata Choirul Amri, wakil ketua tim pemenangan pasangan calon DOA, siang kemarin.

Selain berisi pernyataan kesiapan mundur, surat cinta tersebut juga berisi kontrak politik kepada masyarakat. Kontrak politik itu, berisi lima program andalan. Antara lain pendidikan gratis, pelayanan kesehatan gratis bagi seluruh warga Malang, prasarana memadahi, bantuan keuangan setiap RT Rp. 25 juta per tahun, serta religius dan berbudaya.

Amri yang juga tercatat sebagai ketua Fraksi PKS di DPRD Kota Malang itu mengatakan, saat ini sudah sebanyak 50 ribu eksemplar surat cinta yang disebarkan ke masyarakat. Jumlah itu masih separo dari target 100 ribu eksemplar surat cinta yang akan diberikan kepada masyarakat.

Ke 50 eksemplar itu dibagi-bagikan kepada masyarakat dalam setiap even yang digelar oleh pasangan tersebut. Baik itu dalam kegiatan bakti sosial, pertemuan dengan masyarakat, maupun dalam kegiatan kampanye.

Dalam kesempatan itu, Amri menambahkan, kelima program yang jadi andalan merupakan kebutuhan warga Kota Malang. Selama ini program-program tersebut sangat diharapkan untuk dapat diwujudkan.
Untuk dapat merealisasikannya, harus ada kepercayaan dari masyarakat terlebih dahulu. “Beri kami kepercayaan untuk dapat menjalankan program-program itu,” Kata dia. (yak/hay/lid)

Program DOA dan FKUB Klop

Written By Admin on Thursday, May 9, 2013 | 3:23 AM

Memo — Pasangan Cawali – Cawawali Kota Malang, DOA (Agus Dono Wibawanto – Arief Hari Setiawan) berjanji akan menguatkan kerukunan umat beragama di wilayah Kota Malang dan memberikan perhatian terhadap kelangsungan lembaga FKUB.

Komitmen pasangan DOA yang disampaikan pada saat melakukan silaturahmi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Malang itu sepertinya menarik perhatian pengurus FKUB saat didatangi di kantornya, Jl Borobudur Kota Malang, Jumat (26/4/2013) siang.

Wakil Ketua Tim Pemenangan Pasangan DOA, Ahmadi mengatakan, salah satu program yang akan dilakukan pasangan DOA apabila mendapatkan amanah memimpin Kota Malang adalah memprioritaskan menjaga hubungan antar umat beragama berlangsung dengan baik.

“Program Pasangan DOA di antaranya adalah meningkatkan kualitas beragama. Peningkatan ini diantaranya adalah dengan meningkatkan pengajaran agama dengan baik pada semua umat beragama sehingga kualitas beragamanya meningkat. Selain itu juga menguatkan kerukunan antar umat beragama sehingga klop antara program DOA dan FKUB,” papar Ahmadi mendampingi Achjadi, Ketua Tim Pememangan Pasangan DOA.

Dukungan pasangan DOA ini nantinya juga akan diwujudkan dengan memberikan perhatian lebih terhadap FKUB dalam menunjang program kegiatannya. “Sarana dan kantor untuk FKUB itu akan menjadi konsen (perhatian, red) utama dari DOA,” tandasnya.

Untuk itu, antara program yang diusung oleh pasangan DOA dan FKUB ini tentunya dapat bersinergi sehingga ke depan dapat memberikan kontribusi yang luar biasa dalam menjaga keharmonisan antara umat beragama di kota ini.

Kemajemukan tersebut tentunya memiliki hikmah, oleh karena itu perlu saling menjaga toleransi dan rasa saling menghargai antar umat beragama dalam menunjang program pemerintahan dan pembangunan. “Untuk merealisasikan pembangunan perlu adanya sebuah kekuatan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Kota Malang H. Sudjoko Santoso mengatakan, lembaga FKUB dalam pelaksanaan Pilkada 2013 ini akan bersikap netral. “Secara institusi, FKUB itu independen, kalau si A atau si B memilih itu merupakan sikap personal,” katanya seraya menegaskan bahwa FKUB tidak mengarahkan untuk mendukung calon tertentu.

Berdasarkan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan nomor 8 Tahun 2006, menyebutkan bahwa ketau Dewan Penasehat FKUB tersebut adalah Wakil Walikota. “Karena itu siapa pun yang akan menjadi Wawali harus memperhatikan langkah-langkah FKUB,” ulasnya sambil menghimbau agar semua pasangan calon tetap menjaga ketentraman dan kedamaian Kota Malang sebelum hingga sesudah pelaksanaan Pilkada.

*http://www.memoarema.com/politik/berita-kota-malang/program-doa-dan-fkub-klop/#axzz2Sn0BfBbU

Pasangan DOA Berani Mundur Apabila Programnya Tidak Jalan, Pasangan Lain?

Tak dapat dipungkiri bahwa Pasangan DOA selalu melakukan terobosan-terobosan baru dalam proses masa kampanyenya. Setelah mencantumkan 5 program unggulan dengan jelas dan sesuai dengan perhitungan APBD Kota Malang yakni salah satunya dengan program Kesehatan Gratis dengan hanya menunjukkan KTP atau Kartu Keluarga bagi semua masyarakat kota Malang, serta keempat program lain yang tak kalah bagusnya.

Pasangan Nomor urut 5 ini juga berani membuat Kontrak Politik terhadap masyarakat Kota Malang dengan tujuan untuk menjadikan Kota Malang yang maju dan sejahtera. Berikut isi dari Surat Cinta Kontrak Politik yang telah disebarluaskan kepada masyarakat Bumi Arema ini:





SURAT CINTA
Yth : Warga Kota Malang

KONTRAK POLITIK

Kami, Drs Agus Dono W. M. Hum selaku calon walikota dan Ir. Arif HS, MT selaku calon wakil walikota Malang periode 2013 - 2018 dengan ini menyatakan bahwa apabila kami mendapat amanah warga kota Malang untuk memimpin maka:

1. Akan dengan sungguh-sungguh melaksanakan janji kampanye untuk mewujudkan 5 program unggulan yaitu Bantuan hibah 25 juta perRT, Sekolah gratis, Kesehatan gratis, Sarana memadai dan Menjadikan kota Malang yang Relijius dan Berbudaya, dengan sepenuh upaya dan wewenang yang dimiliki.
2. Apabila dalam waktu 1,5 tahun ( satu setengah tahun ) tidak ada yang terlaksana kami siap MENGUNDURKAN DIRI.

Demikian kontrak politik kami buat dan semoga seluruh warga kota Malang menyaksikan kesungguhan kami dalam impian menjadikan kota Malang menjadi kota yang lebih maju. Allah SWT menjadi saksi.


ttd

Drs, Agus Dono W. M.Hum                                                                   Ir. Arif HS. MT.




Pelayanan Kesehatan Gratis, Prioritas Utama Pasangan DOA

Written By Admin on Tuesday, May 7, 2013 | 10:23 PM

Malang Kota – Pasangan DOA (Agus Dono Wibawanto – Arif Hari Setiawan)  kian gencar mendekati pemilih perempuan. Minggu (5/5) warga Joyogran yang menjadi sasaran pendekatan pasangan nomer 5 yang diusung oleh koalisi empat partai Demokrat, PKS, Hanura dan PKPB ini.

Beragam kegiatan yang digelar duet pasangan calon yang sama-sama duduk di gedung DPRD Jatim ini. Seperti jalan senam sehat, pelayanan kesehatan gratis, hingga menggelar bazar murah. Di sela-sela kegiatan, pasangan ini juga menggelar dialog kecil sembari menyampaikan lima program unggulan.

Kepada para pemilih perempuan itu, Gus Don – panggilan akrab Agus Dono Wibawanto – menegaskan, ke depan pelayan kesehatan tak perlu menjadi persoalan. Karena, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan itu, bukan lagi menjadi hal yang sulit.

Masyarakat tinggal membawa KTP (kartu tanda penduduk) maupun KK (kartu keluarga). Tidak perlu lagi sulit-sulit mengurus surat keterangan maupun surat pengantar  untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Dan itu tidak hanya diperuntukkan bagi keluarga yang tidak mampu, tapi seluruh warga Kota Malang. “Kesehatan itu kebutuhan dasar, sehingga harus diutamakan. Dan pelayanan kesehatan gratis itu, sebenarnya bisa diberikan oleh pemerintah,” kata Gus Don.

 Karena itu, dengan kepercayaan masyarakat DOA akan menjalankan program kesehatan gratis tersebut kepada seluruh warga Kota Malang. Program prioritas pelayanan kesehatan itu bahkan menduduki urutan pertama diantara ke lima program unggulan yang ditawarkan kepada masyarakat.

Selain itu, dia juga mendorong warga masyarakat untuk meningkatkan kegiatan usaha. Bagi yang belum memiliki usaha, dia juga meminta masyarakat jeli dan pintar untuk membaca peluang. Jikalau terkendala dengan keuangan, bisa menggunakan bantuan UMKM yang nantinya akan dikucurkan kepada setiap RT sebesar Rp 25 juta setiap tahunnya. (yak/lid)

*Radar Malang

Pasangan DOA Ketuk Pintu Warga Malam Hari

Written By Admin on Monday, May 6, 2013 | 9:15 PM

Malang – Pasangan DOA (Agus Dono Wibawanto – Arif Hari Setiawan) kian intens mendekati masyarakat. Kegiatan blusukan dari rumah ke rumah warga pun tak hanya dilakukan pada siang hari, akan tetapi juga dilakukan pada malam hari. Seperti halnya yang dilakukan pemilik pasangan nomer urut 5 ini saat menyapa warga kelurahan Mergosono kamis (2/5) malam, dilakukan pada malam hari.

Dalam lawatan ke rumah penduduk itu, memang tidak dilakukan bersama. Hanya Sam Arif – panggilan akrab Arif Hari Setiawan- didampingi tim suksesnya yang datang menyapa warga. Arif mengetuk pint satu per satu rumah warga di bantaran kali Brantas kota Malang ini.

Kepada setiap warga yang dikunjungi, Sam Arif yang sebenarnya sudah dikenal warga itu, tetap memperkenalkan diri. Selain memperkenalkan diri berpasangan dengan Agus Dono Wibawanto, Sam Arif juga memperkenalkan nomer urut, yaitu nomer urut 5.

Selain itu, Sam Arif juga kembali memaparkan lima program unggulan yang diusung. Antara lain pendidikan gratis, pelayanan kesehatan gratis, bantuan permodalan Rp. 25 juta per RT, prasarana memadai, dan terakhir relegius dan berbudaya. “Program-program ini sebenarnya bisa dilakukan saat ini. Hanya komitmen saja untuk melakukannya atau tidak,” kata politisi PKS ini.

Kepada warga yang ditemui, Sam Arif yang duduk di gedung DPRD Jawa Timur ini menyatakan, pelaksanaan ke lima program itu dapat menjadikan kota Malang menjadi lebih baik. Selain itu juga mendorong masyarakat lebih sejahtera. (yak/lid)

*Radar Malang

Pasangan DOA Memiliki Program Yang Paling Jelas

Written By Admin on Friday, May 3, 2013 | 2:00 AM

Daftar kunjungan Ir.Arif HS selaku Cawawali dari pasangan nomor urut lima untuk terus bertambah. Selasa Malam, 01/05/2013 Arif HS mengunjungi Kelurahan Mergosono Kota Lama. Didampingi oleh sejumlah tim sukses tidak berseragam, Arif memasuki satu-persatu rumah penduduk di bantaran kali Brantas Kota Malang itu.

Arif HS yang berpasangan dengan Agus Dono, rekannya sesama anggota DPRD Jatim ini tampak antusias berdialog dengan warga dan menampung aspirasinya. Arif bahkan menyitir bahwa beliau secara pribadi tidak ingin dicalonkan dalam Pilkada Kota Malang, “Dua kali saya menyampaikan keberatan kepada pimpinan saya untuk dimajukan dalam Pilkada Kota Malang, keduanya ditolak. Saya merasa bahwa saya ini bukanlah orang yang istimewa, terlalu biasa saya di partai saya (PKS), tapi karena ini perintah partai, bismillah saya maju,” pungkas suami dr.Santi R.Madjid ini.

Arif juga menyatakan kesiapannya melaksanakan program-program yang telah dicanangkan oleh pasangan DOA dengan nomor urut lima ini. “Dalam beberapa forum intelektual maupun sosial, baik dalam debat maupun pendalaman program, kami dipuji sebagai kandidat yang memiliki program yang paling jelas dibandingkan dengan pasangan lainnya,” tegas Arif. Selain itu, Arif juga menyitir pembangunan di Kota Malang yang cenderung lebih banyak di barat dan mengesampingkan bagian timur. “Jika kami pasangan DOA dengan nomor urut lima terpilih, Insya Allah kami maju dengan uang kami sendiri, dengan keringat kami sendiri, dan dengan inspirasi program kami, maka kami yakin Kota Malang akan jauh lebih baik,” tutup Arif.

Selesai dialog, Arif menyempatkan diri untuk mengunjungi Bu Kot, salahsatu warga Kota Lama yang mengalami gangguan penglihatan, “Mohon doa ibu, supaya kami dapat mengemban amanah dan mensejahterakan Kota Malang,” yang kemudian di aminkan oleh Bu Kot.

*http://pkskotamalang.org/sambang-kampung-sam-arif-disambati-warga.html

Isa Anshori: ZIS Harus Transparan

Isa Anshori, Anggota Komisi D DPRD Kota Malang meminta agar Bagian Kesra hati-hati mengelola Zakat, Infaq dan Shodaqoh (ZIS) PNS Kota Malang. Pengelolaannya harus akuntabel dan transparan agar bisa bermanfaat bagi masyarakat. Sebab, dana ZIS dari PNS itu cukup besar.

Dana ZIS itu sesuai dengan Surat Edaran Walikota Malang No. 470/322/35.73.123/2011 tanggal 31 Maret 2011 tentang ZIS. Setiap PNS dikenai potongan 2,5 persen dari gaji. Sesuai hearing Kesra bersama Komisi D ternyata, dana yang terkumpul cukup besar.

“Dana yang terkumpul di ZIS dari PNS ternyata cukup besar yakni kurang lebih Rp 1,2 miliar lebih,“ ujar Isa. Pihaknya, memberikan apresiasi terhadap kesadaran para PNS utk menyalurkan infaq ataupun zakat profesi tersebut. Sehingga terkumpul dana untukk umat yang cukup besar.“Oleh karena kami minta kepada Pemkot dalam hal ini dibawah koordinasi Kesra untuk mengelola dana amanah ini dengan profesional, transparan dan akuntable,“ ujar Isa.

Apalagi, saat ini dana ZIS bisa disalurkan dengan sangat mudah. Menurut Isa, harus ada yang ditingkatkan, jika melihat hasil evaluasi Komisi D terhadap ZIS. Salah satunya terkait sosialisasi penggunaan dana ZIS. ”Perlu di tingkatkan lagi.Masih banyak masyarakat warga yang belum tahu tentang keberadaan ZIS,” imbuhnya.

Sementara disisi lain, menurut Isa, masih banyak warga yang sangat memerlukan sentuhan ZIS. Untuk tahun 2013 ini saja dalam pertengahan tahun sudah terkumpul dana ZIS Rp 700 juta lebih. Sehingga dana ini bisa menutupi kebutuhan masyarakat yang mungkn tidak bisa diakses melalui APBD.”Apa saja kebutuhannya, mulai beasiswa, santunan masyarakat miskin, anak yatim, bedah rumah dan masih banyak lagi,” tegas dia.(ary/nug-Malang Post)

Insentif Guru Ngaji Minim, PKS Janji Perjuangkan

Minimnya insentif yang diterima guru ngaji di Kota Malang, membuat Isa Anshori, anggot Fraksi PKS DPRD Kota Malang prihatin. Isa bertekad memperjuangkan kenaikan insentif bagi para guru ngaji. Sebab, para guru ngaji menjadi contoh nyata dari para pejuang agama.

”Saya sangat prihatin dengan kecilnya intensif guru ngaji, hal itu tidak sebanding dengan peran mereka yang cukup nyata di tengah-tengah masyarakat,” tegas Isa Anshori.

Pihaknya akan mengupayakan agar tahun depan insentif mereka dinaikan lagi. Saat ini, setiap triwulan, para guru ngaji menerima insetif Rp 75 ribu. Nominal tersebut yang dinilai kurang sepadan dengan pengabdian mereka.

”Perlu perhatian yang lebih terhadap guru-guru ngaji kita,” imbuhnya,
Menurut Isa Anshori, para guru ngaji memiliki jasa riil di tengah-tengah masyarakat. Utamanya dalam perbaikan moral umat dan warga Kota Malang secara khusus. Jasa mereka cukup besar dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.

”Namun dari hasil evaluasi bersama Komisi D, diperlukan validasi data guru ngaji,” tegas dia.
Sesuai data lama, jumlah guru ngaji di Kota Malang mencapai 6.000 orang. Namun jumlah tersebut diperkirakan terus menurun. Sedangkan Bagian Kesra belum melakukan validasi data. Dikhawatirkan bantuan yang diberikan kepada guru ngaji bisa tak tepat sasaran.

”Kita sarankan agar Kesra membentuk tim monitoring untuk validasi guru-guru ngaji di Kota Malang,” imbuhnya.Data yang ada saat ini sangat lemah, sehingga dimungkinkan berubah. Ketika sudah ada tim monitoring, maka data riil di lapangan bisa terpenuhi. Melalui data riil itu akan diketahui kebutuhan anggaran yang akan dikeluarkan.”Karena datanya lemah dari pihak luar, makanya saya sarankan untuk validasi data, ini penting,” tandas pria ramah ini.(ary/sir/nug-Malang Post)

Pendukung Sangat Solid Mendukung Program Unggulan DOA

Malang Kota- Pasangan DOA (Agus Dono Wibawanto - Arif Hari Setiawan) nomor urut 5, tidak hanya gencar mendekati warga kota Malang. Tapi juga kian intens mengamankan suara pendukung setianya. Dekatnya pelaksanaan Pilwali makin meningkatkan kerawanan penyerobotan pada basis-basis pendukung pasangan koalisi 4 partai Demokrat, PKS, Hanura dan PKPB.

Choirul Amri, Wakil ketua tim pemenangan pasangan calon DOA mengakui, barisan pengusung maupun pendukung masih sangat solid. Meski demikian, harus tetap diwaspadai adanya godaan-godaan dari pasangan lain. "Kekhawatiran itu mesti ada. Namun, kami pastikan bahwa barisan kami masih solid," tegas Amri, siang kemarin.

Soliditas barisan pendukung DOA itu tercermin dari gerakan Direct Selling atau pendekatan langsung kepada masyarakat, yang dilakukan oleh kader maupun sukarelawan. Dengan bekal 5 program unggulan, kader partai maupun relawan mendekati keluarga, kerabat, tetangga hingga warga yang belum dikenal untuk diperkenalkan dengan program unggulan tersebut. Dan dari gerakan Direct Selling itu, kata dia, mendapatkan sambutan cukup baik dari masyarakat. Meski ada yang tidak percaya kelima program tersebut dapat dilangsungkan. Namun, keraguan itu akhirnya dapat memberikan pemahaman secara gamblang kepada masyarakat. "Ada dialog antara kader maupun relawan dengan masyarakat. Ada masukan dan sebagian besar lainnya juga memberikan dukungan," kata Amri yang juga ketua fraksi PKS di DPRD Kota Malang itu.

Karena itu, kegiatan Direct Selling itu juga dinilai efektif. Meskipun gebyarnya tidak ada, tapi dirasakan oleh banyak masyarakat. Sebab, jumlah yang bergerak juga tidak sedikit. Jumlahnya mencapai ratusan dan itu dilakukan secara langsung maupun tidak.

Soliditas yang dibangun tidak hanya pada kader dan relawan, tapi juga pada jajaran pengurus partai pada keempat partai koalisi. Dari tingkat Ranting, tingkat Kecamatan, hingga tingkat Kota.

Dalam kesempatan itu, Amri juga mengatakan, upaya lain yang tengah dilakukan adalah dengan pengamanan suara pasangan DOA. Salah satunya melalui tenaga saksi yang saat ini tengah dalam proses penyempurnaan. Selain diberikan pembekalan menjadi saksi, kader maupun relawan yang bertugas juga dituntut untuk teliti dalam melakukan pencatatan.

Dengan ketelitian itu, maka bisa diminimalisir kecurangan yang akan terjadi. Baik di tempat TPS (Tempat Pemungutan Suara), rekapitulasi di tingkat Kelurahan, Kecamatan hingga tingkat Kota.

Amri menyebutkan, saksi yang dipersiapkan itu berjumlah 2600 orang setiap TPS akan ditempatkan 2 orang. Tenaga saksi yang direkrut itu bukan sembarang orang. Mereka melalui seleksi terkait kompetensi untuk menjadi seorang saksi. Hal itu dilakukan, karena besarnya peranan mereka.

*Radar Malang

Jalan Sehat, Arif HS Lahap Rute Perjalanan

Written By Admin on Wednesday, May 1, 2013 | 10:33 PM

Ada yang beda dengan peringatan Hari Kartini yang diperingati oleh warga RW 02 Sawojajar Malang kemarin (Minggu, 28/4/2013), karena selain warga RW tersebut, hadir pula Arif HS selaku Calon Wakil Walikota Malang ditengah mereka. Arif tidak sendirian, Cawawali yang asli Arema ini mengajak serta istrinya dr.Shanty R. Madjid untuk ikut.

Tepat pukul 06.00 Jalan sehat dilepas oleh Ketua RW 02 Sawojajar bersama Arif HS. Setelah itu, Arif HS bersama istri ikut membaur dengan peserta lainnya melahap rute jalan sehat yang ditentukan oleh panitia. “Saya biasa jalan sehat juga sama istri kalau pas pagi tidak ada aktivitas keluar kota,” ungkap Arif yang akrab disapa Sam Arif ini. Untuk diketahui, beberapa saat yang lalu Arif HS sempat memakai kruk (alat bantu berjalan) karena kakinya mengalami cidera ketika mengikuti Latsar yang diadakan oleh PKS Kota Malang.

Selama perjalanan, pria murah senyum ini disapa oleh warga yang dilewati, “selamat pagi Pak Arif, ohh iki to Pak Arif,” celetuk beberapa warga yang menyapa Arif, “Luweh putih asline tibak’e,” pungkas warga yang dibalas senyum oleh Arif.

Dalam sambutannya, Arif memaparkan kembali tentang lima program andalan pasangan Agus Dono – Arif HS yang bernomor urut lima ini. “Adalah komitmen kami untuk melaksanakan apa-apa yang telah menjadi janji politik kami kepada masyarakat, tolong kawal kami, beri teguran, peringatan kalau kami gagal melaksanakan janji politik kami,” pungkas Arif.

*http://pkskotamalang.org/jalan-sehat-arif-hs-lahap-rute-perjalanan.html

Bagi-bagi Telur Ala Agus Dono



Bakti Sosial yang dilaksanakan oleh tim sukses pasangan DOA (Dono-Arif) dengan nomer urut lima di Merjosari, Lowokwaru benar-benar meriah. Betapa tidak, acara yang resmi dimulai Minggu, 28/04/2013 pukul 09.00 ini telah mulai dipadati oleh pengunjung sejak pukul 07.00 pagi. Panitia yang telah siap siaga sejak pagi harinya dibuat  kewalahan oleh antusiasme warga.

Farida Aji, selaku ketua pelaksana acara mengatakan bahwa kegiatan Bakti Sosial ini merupakan inisiatif dari tim sukses untuk mendekatkan pasangan Agus Dono – Arif HS dengan masyarakat Kota Malang. Kegiatan yang terdiri dari pengobatan gratis, pembagian sembako murah, bazaar pakaian murah, pesta mie dengan makan mie sepuasnya serta bazaar harga hancur yang disponsori oleh Ramayana Kota Malang ini dipadati oleh pengunjung yang utamanya kaum hawa.

Tepat pukul 09.30, Agus Dono selaku Calon Walikota Malang hadir. Kehadiran Agus Dono jelas semakin memeriahkan acara tersebut. Setelah memberikan pemaparan lima program unggulan DOA, Pria Pimpinan Wilayah GP Anshor ini kemudian membuat tebak-tebakan bersama warga, “Siapa yang tahu apa saja lima program yang saya sampaikan tadi?” Warga kemudian berebut untuk menjawab pertanyaan Agus Dono. Pemenangnya adalah Ibu Kartini, yang menjawab dengan lengkap.

Tak lama berselang, Agus Dono memanggil salah seorang ibu-ibu yang kebetulan sedang menjajakan telur asin dagangannya.
“Berapa harga telurnya, kalau saya beli semua Bu?”
“Seratus Ribu Rupiah Pak,”
“Saya tawar boleh?”
“Mboten angsal”
“Saya tawar dua ratus ribu, Buk” pungkas Agus Dono yang kemudian membagi-bagikan telur tersebut kepada semua peserta yang hadir.
“Alhamdulillah semoga jadi Walikota betulan pak, “ kata sang Ibu yang kemudian diaminkan oleh warga lainnya.

*http://pkskotamalang.org/bagi-bagi-telur-ala-agus-dono.html

Abaikan Program, DOA SIAP MUNDUR!!

Malang Kota – Pasangan (Agus Dono Wibawanto – Arif Hari Sertiawan), bakal mati-matian merealisasikan program prioritas yang dicanangkan. Pasangan yang diusung koalisi 4 partai Demokrat, PKS, Hanura dan PKPB ini bahkan siap menanggalkan jabatannya jikalau tidak bisa membuktikan janjinya itu.

Dalam kurun waktu 1,5 tahun, kalau tidak ada satupun program yang dibuktikan, maka duet wakil rakyat Gus Don-panggilan akrab Agus Dono Wibawanto dan Sam Arif-panggilan akrab Arif Hari Sertiawan, akan mengundurkan diri. “Itu komitmen kami. Dan kalau diantara lima program tidak ada yang terlaksana, nanti kami akan mundur,” kata Choirul Amri, wakil ketua Tim Pemenangan pasangan calon DOA, siang kemarin.

Amri yang juga tercatat sebagai ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang ini menjelaskan, komitmen yang diusung pasangan DOA itu, akan dituangkan dalam kontrak politik. Kontrak tersebut akan disebarkan kepada masyarakat secara luas. Jumlahnya pun cukup banyak mencapai 100 ribu eksemplar. “Kami akan memberi masyarakat surat cinta dan mendatangi dari rumah ke rumah,” kata Amri.

Saat ini, surat cinta berisi kontrak politik serta kesediaan mundur dari jabatan apabila tidak dapat menjalankan program-programnya.  Yang mana, dalam beberapa hari kedepan akan disebarkan ke masyarakat.

Amri lantas menyebutkan program prioritas yang selalu didengungkan itu, antara lain pendidikan gratis, pelayanan kesehatan gratis bagi seluruh warga malang, prasarana memadai, bantuan keuangan setiap RT Rp 25 juta per tahun, dan religius serta berbudaya.

Kelima program yang jadi andalan itu merupakan kebutuhan warga kota Malang yang selama ini diharapkan dapat diwujudkan. Intisari itu didapatkan dari kajian, tela’ah maupun aspirasi yang diserap dari masyarakat (yak/lid)

*Radar Malang

DOA Persilahkan Masyarakat Menegur

Written By Admin on Tuesday, April 30, 2013 | 7:57 AM

Pendidikan maupun pelayanan kesehatan gratis serta anggaran pemberdayaan masyarakat sebesar RP 99 Miliar per tahun, bukan hanya janji-janji manis pasangan DOA (Agus Dono Wibawanto – Arif Hari Setiawan). Pasangan ini mencanangkan ketiga program tersebut dalam 5 Program unggulan yang bakal direalisasikan.

Hal itu dilakukan sebagai komitmen terhadap masyarakat yang nantinya memberikan kepercayaan kepada pemilik nomor urut 5 itu. Duet pasangan wakil rakyat yang sama-sama duduk di gedung DPRP Jatim ini bahkan meminta dikawal oleh masyarakat untuk merealisasikan janji politik yang telah dijadikan program unggulan.

Komitmen itu seperti halnya disampaikan Arif Hari Setiawan, Calon Wakil Walikota Malang kepada warga Sawojajar disela-sela mengikuti peringatan hari Kartini, “Tolong kawal kami, tegur kami, dan peringatkan kami kalau kami gagal melaksanakan janji politik kami,” kata Arif panggilan akrab Arif HS siang kemarin.

Arif menegaskan, pelaksanaan kelima program yang telah dicanangkan itu merupakan komitmen terhadap masyarakat. Karena itu 5 Program tersebut harus di nomor satukan oleh Program Pemerintah.
Pilihan 5 Program itu menjadi pilihan utama dari persoalan-persoalan yang sedang terjadi di masyarakat. Dengan persoalan yang dihadapi itu, juga telah dilakukan perhitungan oleh timnya. Dan dari perhitungan yang telah dilakukan ada kekuatan anggaran untuk melaksanakannya. Karena itu pihaknya optimis ke-5 Program yang bisa membawa Kota Malang itu akan dilaksanakan.

Menurut politisi PKS ini, ke-5 Program yang ditawarkan itu bukan hal yang tidak mungkin dilakukan pada tahun anggaran ini. Persoalannya hanyalah pada komitmen untuk melaksanakannya atau tidak. Dengan besarnya komitmen, maka program pendidikan gratis, pelayanan kesehatan gratis, pemberdayaan ekonomi masyarakat, sarana dan prasarana yang memadai serta kerelijiusan dan kebudayaan dapat dilakukan.


Radar Malang

Pengentasan Pengangguran Program Unggulan Pasangan DOA

Written By Admin on Tuesday, April 23, 2013 | 7:31 PM

Malang Kota – Pengentasan pengangguran menjadi salah satu garapan pasangan calon Agus Dono Wibawanto dan Arif Hari Setiawan (DOA). Pemilik nomer urut 5 ini, bahkan menempatkan pengentasan pengangguran dalam salah satu program diantara 4 program unggulan. Pengentasan pengangguran itu, dikemas dalam program pemberdayaan masyarakat.

Penjaringannya akan dilakukan hingga tingkat pemerintah terendah, yakni tingkat RT (Rukun Tetangga). “Bukan hanya lapangan pekerjaan, tapi lebih dari itu malah bisa memberikan lapangan pekerjaan untuk orang lain”, kata Agus Dono Wibawanto, calon wali kota, siang kemari (22 April 2013).Hal itu dikarenakan, sambung Gus Don, panggilan akrab Agus Dono Wibawanto, program yang bakal digulirkan itu merupakan program pemberdayaan melalui pengucuran bantuan permodalan kepada masyarakat.

Bentuknya tidak jauh berbeda dengan penguliran dana yang dikucurkan oleh Pemprov Jawa Timur kepada koperasi wanita. Dana yang dikucurkan itu dimanfaatkan oleh anggotanya secara bergilir atau bergantian. Pemanfaatannya hanya boleh dilakukan oleh warga RT sekitar.

Dengan pengguliran bantuan permodalan berupa hibah pemberdayaan masyarakat itu, maka kebutuhan masyarakat umtuk membuka usaha ataupun kekurangan modal, bisa terjawab. Karena setiap RT akan dikucuri dana permodalan sebesar Rp 25 juta per tahun. Jika total anggaran yang akan dialokasikan sebesar Rp. 99,7 Milyar untuk 3.990 RT se-Kota Malang. “Dana itu bisa dimanfaatkan. Karena pengalokasiannya untuk pemberdayaan masyarakat dengan tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata politisi Demokrat ini.

Gus Don juga mengatakan, selain mendorong masyarakat untuk membuka kegiatan usaha, lapangan pekerjaan juga akan diupayakan. Dengan maraknya investasi maupun pembangunan, tentu membuka kesempatan kerja. “Bursa kerja serta jalinan dengan perusahaan juga akan digiatkan,” kata calon wali kota yang juga berlatar belakang pengusaha ini. (yak/lid)
Radar Malang

Berbekal Karcis Pemberian PKS, Raih Hadiah Utama


Aura kebahagiaan terpancar di wajah Maini, sambil menggandeng tangan anaknya, tukang jahit baju itu lari menuju panggung Jalan Sehat Pemilu Sukses yang digelar Jawa Pos Radar Malang-KPU Kota Malang, kemarin (21/4). Saat itu master of ceremony (MC) Jadi Galajapo menyebut nama Victor Maulana Fatahillah, anak Maini, sebagai peserta yang meraih hadiah Suzuki Titan.
Selain Victor, ada puluhan peserta lain yang menyabet hadiah. Tapi bukan sepeda motor seperti yang dibawa Maini. Ada yang beruntung mendapatkan sepeda gunung, lemari es, televise LED, kompor gas, rice cooker, kipas angin, setrika listrik, dan puluhan hadiah hiburan lainnya.

Maini melampiasakan kegembiraannya di atas panggung. Dia mengajak Victor berfoto disamping sepeda motor mulus yang sudah lama dia idam-idamkan itu. Matanya berkaca-kaca, seolah tidak percaya bakal membawa sepeda motor seharga belasan juta rupiah itu. Beberapa kali dia mengucap syukur, tanda merasakan kebahagiaan tiada tara.

Maini memang tidak menyangka bakal membawa pulang hadiah sepeda motor. FIrasat memenangkan hadiah utama juga tak dia rasakan. Tapi satu hari sebelum mengikuti Jalan Sehat Pemilu Sukses, Maini melakukan istighosah di rumahnya. “Saat itu anak saya mau ujian nasional (UN), jadi ya sekalian istighosah,” tutur ibu dua anak itu.

Sambil sesekali mengusap air mata kebahagiaan yang menetes, perempuan yang berusia 40 tahun it uterus mengucap syukur. Bertahun-tahun dia ingin membelikan sepeda motor anaknya. Tapi penghasilan sebagai tukang jahit yang pas-pasan, tentu tidak bisa mengabulkan keinginan anaknya. Maklum, dalam sehari Maini hanya mengais uang Rp. 60 ribu. “Itu kalau ada orang minta dijahitkan baju. Kalau gak ada ya gak dapat uang. Gak tentu lah,” kata Maini dengan tangan kanan masih memegangi sepeda motor yang sudah menjadi miliknya itu.
Penghasilan Suparianto, suaminya juga sedikit. Sebagai buruh di perusahaan di kawasan Sukun, dia hanya digaji Rp. 600 ribu per bulan. Jika dikumpulkan, penghasilannya dan gaji SUparianto hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari. Untuk biaya sekolah kedua anaknya, warga Sukun Sidomulyo RT 3 RW 7 Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, terpaksa mencari penghasilan tambahan. “Suami saya cari sampingan dengan antar jemput anak majikan yang bersekolah di MIN 2 Malang,” sambung perempuan berjilbab tersebut.
Selama ini, keluarga Maini hanya punya satu sepeda motor buatan 2008. Itupun kondisinya sudah memprihatinkan. Larinya tak kencang dan kerap keluar masuk bengkel.

Dengan sepeda motor butut itu, SUparianto antar jemput anak majikan tempatnya bekerja di percetakan. Lantaran dia juga mengantar anaknya bersekolah, satu-satunya kendaraan bututnya itu dibuat boncengan bertiga. Satu anak majikan dan satunya anaknya sendiri.

Desakan hidup membuatnya tak pernah melupakan impiannya mempunyai sepeda motor lagi. Untuk mewujudkan impiannya, Maini gemar mengikuti jalan sehat yang berhadiah sepeda motor. Saba ada kegiatan jalan sehat, Maini tak pernah absen. “Tapi belum pernah dapat sepeda motor. Paling-paling dapat panic, paying dan dispenser,” kata dia.

Biasanya, Maini tak berhasil menyabet hadiah meski membeli kupon undian. Paling banter dia hanya mendapatkan hadiah hiburan. Tapi dalam jalan sehat pemilu suksesyang diikuti sekitar 10 ribu peserta Kota Malang itu, Maini tak mengeluarkan sepeserpun.


Dia mendapatkan tiket dari pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ranting Tunjungrejo. “Tadi malam pengurus PKS beli banyak. Saya dikasih tiga lembar. Alhamdulillah, kok malah dapat sepeda motor,” Suparianto yang ikut mendampingi Maini dan Victor mengurus administrasi sebelum membawa pulang sepeda motor Suzuki Titan.

Rencananya, hadiah sepeda motor tersebut akan digunakan Victo rbersekolah. Saat ini, si bungsu dari dua bersaudara itu sudah kelas VII SMPN 19 Malang. Dengan bertambahnya satu sepeda motor di rumahnya, beban Maini dan SUparianto lebih ringan. Setidaknya, laki-laki yang juga aktivis PKS itu tak perlu lagi berboncengan tiga orang. “Victor kan bisa memakai sepeda motor sendiri,” tambah pria yang mengenakan kaos bergambar pasangan cawali dan cacawali Agus Dono-Arif HS itu.

Berbeda dengan kedua orangtuanya, ekspresi Victor tampak datar-datar saja. “Saya tidak mendapat firasat apa-apa. Saya juga gak nyangka bakal mendapat sepeda motor. Terserah ibu dan bapak saja, sepeda motornya mau diapakan,” kata Victor.

Atribut di Tertibkan Satpol, Arif HS: Gencarkan Sosialisasi!

Written By Admin on Friday, April 19, 2013 | 9:30 PM

Beredarnya surat dari Panwaslu Kota Malang serta Satpol PP Kota Malang tentang akan ditertibkannya atribut kampanye para Cawali-Cawawali ditanggapi tenang oleh Ir.Arif HS. Cawawali yang diusung oleh PKS ini menyerukan kepada kader dan simpatisan yang akan memasang atribut kampanye untuk menunda dulu pemasangan atribut, “bagi tim-tim yang tersebar di seluruh kecamatan, kami himbau untuk menahan diri dan kita tunggu informasi berikutnya dari KPU,” ungkap pria yang akrab disapa Sam Arif ini.

“Insya Allah penertiban yang dilakukan oleh Panwaslu dan Satpol PP banyak hikmahnya bagi kami,” ungkap Arif kepada pkskotamalang.org Jumat, 19/04/2013. Arif menghimbau kepada tim untuk melakukan serangan darat dengan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat. “Alhamdulillah kegiatan saya banyak banget, sehari bisa 2-3 titik saya datangi,” pungkas suami dr.Santi Tjahjadini ini.

Pasangan Dono-Arif (DOA) Sebarkan Sikap Santun

Written By Admin on Wednesday, April 17, 2013 | 8:34 AM

Pasangan calon walikota Agus Dono Wibawanto– Arif HS (DOA) bersama PKS langsung ambil bagian meramaikan acara Jalan Sehat Pemilu Sukses pada 21 April mendatang. Dengan mengikutsertakan ratusan simpatisan dan kader, pasangan tersebut akan berbagi santun dalam berpolitik. Mereka akan mengikuti jalan sehat sambil mengampanyekan kerukunan, “kita ikut, nanti kita suarakan ajakan damai,” tutur cawawali, Arif HS, kemarin.

Menurut anggota FPKS DPRD Jatim itu, pihaknya memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang berupaya menciptakan kesejukan di bumi Arema ini. Dengan suasana yang sejuk, pesta demokrasi akan menjadi perhelatan yang menggembirakan bagi masyarakat. “Hangatnya persaingan dalam pemilihan akan bisa diredam kalau semua pihak menciptakan kondisi yang nyaman dan penuh kegembiraan,” tutur Arif.

Pasangan calon yang diusung Partai Demokrat, PKS, Hanura dan PKPB itu juga ingin lebih mendekatkan diri dengan masyarakat dan calon lainnya. Walaupun pilihan berbeda, tapi persaudaraan dan persahabatan harus tetap dijaga. “Siapa yang bakal memimpin kota malang ke depan ada di tangan masyarakat. Untuk itu, dalam pemilihan nanti kita gak boleh menyusahkan masyarakat,” tutur Arif.

Seperti diketahui, demi menumbuhkan kedewasaan berpolitik masyarakat kota Malang dalam tiga kali pemilu 2013 – 2014, Jawapos Radar Malang bersama KPU kota Malang menggelar Jalan Sehat Pemilu Sukses. Jalan Sehat ini terbuka untuk masyarakat, enam calon walikota beserta simpatisannya, pengurus parpol, caleg dan pendukungnya.

Jalan sehat diberangkatkan pada hari Minggu (21/4) dari Bundaran Tugu pukul 06.00 WIB. Rute yang dilalui adalah Jl Majapahit – Alun-alun – Jl. KH. Agus Salim – Jl. KH. Ahmad Dahlan – Jl. Gatot Subroto – Jl. Trunojoyo – Jl Kertanegara dan finish di Bundaran Tugu.

Jawa Pos Radar Malang bekerjasama dengan Suzuki Tlogomas menyediakan hadiah utama sepeda motor. Beberapa hadiah barang elektronik juga disediakan JPRM dan KPU. Antara lain LCD, Kulkas, Sepeda Gunung, Kompor Gas.

Bagi masyarakat yang ingin ikut serta bisa mendapatkan kuponnya di kantor Jawa Pos Radar Malang, Jl. Arjuno 23 kota Malang, telepon (0341) 363706, menghubungi mbak Irma. Biaya pengganti kupon Rp. 25.000,- per lembar. (bb/Hay/yas/abm) Radar Malang

Pasangan DOA Rangkul Lansia dan Ibu Rumah Tangga

Malang Kota – Lanjut Usia dan Ibu-ibu rumah tangga tak luput dari perhatian pasangan nomer urut 5, DOA (Agus Dono Wibawanto– Arif HS). Pasangan dari kualisi 4 partai; Demokrat, PKS, Hanura dan PKPB ini mulai merangkul para lansia dan ibu rumah tangga. Seperti halnya yang dilakukan di Kelurahan Jatimulyo dan Merjosari, Kec. Lowokwaru, Minggu (14/4).

Melalui kegiatan senam sehat, duet pasangan wakil rakyat yang sama-sama duduk di DPRD Jatim ini mendekati pemilih perempuan. Mereka tak hanya membaur mengikuti kegiatan senam, tapi juga menggelar dialog kecil bersama para ibu rumah tangga ini.

Kepada warga, duet pasangan ini menekankan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) yang menjadi salah satu program andalannya. Untuk mendukung kehidupan UMKM itu, kedepan akan dialokasikan dana sebesar Rp. 99,7 milyar setiap tahunnya. Dana itu akan dikucurkan ke RT se-kota Malang dengan alokasi setiap RT sebesar Rp. 25 juta per tahun.

“Kebutuhan permodalan pelaku usaha kecil akan terjawab dengan program ini,” Kata Gus Don, panggilan akrab Agus Dono Wibawanto, pagi kemarin. Gus Don mengatakan program pemberdayaan masyarakat itu nanti akan dikucurkan dalam bentuk hibah, peruntukannya hanya untuk pemberdayaan perekonomian masyarakat (gak/lid)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN | PKS Tegal | PKS Magelang | PKS Jaktim | PKS Pontianak | PKS Sumut | MBO indonesia | Caksub
Copyright © 2013. PKS Kedungkandang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger